
iMSPORT.TV – Tiga kali ikut maraton, tiga kali juga Sabastian Sawe menjadi juara. Pelari asal Kenya ini tengah menapaki jejak baru menjadi yang terbaik dunia.
Nama Sabastian Sawe, pelari maraton asal Kenya, kembali mencuat. Dia menjadi yang tercepat dalam Berlin Marathon 2025. Sawe digadang-gadang menjadi raja baru dalam kejuaraan lari jarak jauh di jalan raya.
Di Berlin, Jerman, Minggu (21/9/2025), Sawe menjadi yang tercepat. Catatan waktunya 2 jam, 2 menit, 16 detik (2.2.16 jam) Dengan hasil ini, ia menempati peringkat pertama dunia untuk nomor maraton atau sejauh 42,195 kilometer.
Kemenangan ini juga menjadi yang ketiga sepanjang kariernya mengikuti maraton. Dalam Valencia Marathon 2024, catatan waktunya 2.02.05 jam. Selanjutnya di London Marathon 2025, Sawe mencatatkan waktu 2.02.27 jam.
Penampilan Sabastian sangat luar biasa dalam kondisi seperti ini (panas). Dengan catatan waktu itu, dia mengekor legenda hidup Eliud Kipchoge (40) dan almarhum Kelvin Kiptum yang berhasil finis maraton dengan catatan waktu fantastis. Dikutip dari World Athletic, Kiptum masih memegang rekor resmi maraton tercepat dengan 2.00.35 jam, sementara Kipchoge mengekor di belakangnya dengan 2.01.19 jam.
Saat ini, Sawe baru berusia 30 tahun. Potensinya menjadi manusia pertama mencetak rekor maraton di bawah 2 jam masih terbuka lebar.

Awalnya, Berlin Marathon 2025 diprediksi menjadi ajang bagi Sawe menciptakan rekor dunia baru itu. Sawe sedang penuh semangat.
Tapi, hasil akhir tak sesuai harapan. Tak seperti tahun sebelumnya, cuaca di Berlin tahun ini lebih panas. Saat lomba dimulai, misalnya, suhu tercatat 18 derajat celsius dan 24 derajat celsius saat Sawe ada di garis finis.
”Saya sudah memberikan segalanya untuk lomba kali ini. Namun, lomba di tengah cuaca panas ini memang cukup berat,” kata Sawe.
Ujungnya, rekor itu tidak pecah. Namun, Sawe tetap mendapat apresiasi. Dia, misalnya, mendapat julukan tak resmi sebagai pencetak rekor dunia cuaca hangat.
”Penampilan Sabastian sangat luar biasa dalam kondisi seperti ini (panas),” kata Direktur Lomba Berlin Marathon 2025 Mark Milde.
Pilihan sulit
Panas bisa jadi menyiksa bagi banyak orang. Namun, Sawe sepertinya telah lama beradaptasi dengan kondisi-kondisi tak mudah. Sawe mengalami banyak hal tak mudah dalam perjalanan kariernya.
Sabastian Sawe, Raja Baru Maraton Dunia
Dikutip dari Runner’s World, Sawe dibesarkan dalam keluarga petani sederhana asal Nandi, Kenya. Ayah dan ibunya petani jagung. Ibunya pernah menjadi pelari menjanjikan sebelum kehamilan dini menuntaskan semuanya.
Tapi, Sawe lebih banyak tinggal bersama neneknya, Esther. Mereka tinggal di rumah berdinding lumpur, lantai tanah, dan tanpa listrik.
”Dia (Esther) membesarkan saya sejak kecil. Ia selalu ada untuk saya. Dia selalu bilang kepada semuanya akan baik-baik saja,” kata Sawe.
Bakat Sawe pertama kali ditemukan Julius Kemei, kepala sekolah saat SD. Sawe sangat suka berlari, pergi-pulang rumah sekolah.
”Saya bilang kepadanya, lari bukan hanya bakat. Itu keberuntunganmu. Itu masa depan,” katanya.
Bakat itu lantas ditempa oleh pamannya, Abraham Chepkirwok. Sang paman adalah pelari 800 meter.
Perlahan, satu per satu lomba diikuti Sawe. Dia menjadi juara untuk lomba jarak menengah tingkat lokal. Untuk melatih kemampuannya, Sawe pun hijrah ke Iten tahun 2017.

Iten adalah kawah candradimuka banyak pelari Kenya. Berada di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut, lulusannya menjadi pelari kelas dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah Kipchoge.
Akan tetapi, bukan perkara mudah menembus persaingan ketat di Iten. Dianggap menjanjikan, tapi tidak luar biasa. Periode itu menjadi momen berat untuknya.
Kondisi semakin runyam saat tekanan dalam kehidupan pribadi datang. Saudara-saudaranya sudah memiliki pekerjaan layak.
Istrinya pun tengah hamil anak pertama. Tawaran menjadi polisi, dengan gaji yang menjanjikan, datang kepadanya. Dia risau.
Namun, Sawe masih ingin berlari. Untuk itu, ia berlatih lebih keras. Bukannya melejit, ia malah cedera tendon pada Maret 2020. Kondisinya makin runyam saat Covid-19 datang dan menghentikan semua kegiatan lari.
Di tengah kondisi itu, sang paman kembali menjadi penolong. Dia lalu membawa pergi Sawe dari Iten.
Sebagai gantinya, Sawe pulang kampung. Ia masuk 2Running Club di Nandi. Didirikan tahun 2016, penggagasnya adalah pelatih asal Italia, Claudio Berardelli.
Di sana, Sawe cepat betah. Sembari merawat cedera, ia merasa lebih mendapat perhatian. Dia mendapat bekal terstruktur, baik untuk memulihkan cedera maupun strategi lari.
Sawe ingat, Berardelli tidak pergi ketika cederanya kambuh. ”Sabar. Kamu harus menerima kemunduran. Itu bagian dari proses. Jangan menyerah,” katanya.
Kepercayaan itu tidak disia-siakan. Sepanjang 2021, Sawe berlatih keras dan lebih terukur. ”Dia benar-benar istimewa. Saya belum pernah melihat pelari seperti dia,” kata Berardelli.
Tidak sengaja
Setahun menyiapkan diri, Sawe naik panggung pada 30 Januari 2022 di Seville Half Marathon, Spanyol. Awalnya, ia hanya bertugas sebagai pemandu kecepatan (pacer) sejauh 10 km dalam 28.10.
Dia benar-benar istimewa. Saya belum pernah melihat pelari seperti dia. Namun, sebelum start, dia mendapat kabar bahwa Esther sakit dan kritis. Alih-alih menghentikan lomba, dia tetap berlari. Langkahnya dipersembahkan untuk Esther.
Menariknya, setelah 7 km, pelari yang ia pandu justru tumbang di tengah jalan. Saat itu, seorang direktur lomba berkata kepadanya, ”Tidak ada yang bersamamu. Ayo maju.”
Sawe pun tancap gas dan menyelesaikan half marathon pertamanya itu secara tidak sengaja. Catatan waktunya 59 menit 02 detik. Beberapa hari kemudian ia kembali ke Kenya untuk menguburkan Esther.
Semenjak itu, ia terus berprestasi di nomor half marathon. Dia berlomba di Jerman, Belgia, dan kejuaraan dunia di Latvia. Sawe baru menjajal maraton tahun 2024 saat Claudio memintanya menjajal tantangan baru.

Setelah Berlin, kini Sawe menantikan banyak lomba maraton besar dunia lainnya. Masih ada Tokyo, Chicago, New York, Sydney, hingga Boston.
”Sampai berjumpa di 42,195 (km) selanjutnya,” kata Sawe. (AP)
Sabastian Kiwaru Sawe
Lahir : Kenya, 16 Maret 1995
Prestasi:
Juara Valencia Marathon 2024
Juara London Marathon 2025
(adm/amr)
Berita Menarik Lainnya :
