BERITA, LIFESTYLE, SPORTS

3 Fashion Kontroversial di Kejuaraan Tenis Wimbledon

3 Fashion Kontroversial di Kejuaraan Tenis Wimbledon - iMSPORT.TV

iMSPORT.TV – Kejuaraan Wimbledon (The Championships, Wimbledon) merupakan salah satu dari empat turnamen ajang tenis bergengsi Grand Slam.

Sejak diselenggarakan oleh All England Lawn Tennis and Croquet Club tahun 1877, menjadikan turnamen tenis tertua yang masih berlangsung hingga saat ini, dan satu-satunya even Grand Slam yang dilakukan di lapangan rumput alami.

2014, penyelenggara turnamen Wimbledon mengeluarkan aturan baru bahwa setiap pemain tidak hanya wajib memakai pakaian dan celana putih, tetapi juga diwajibkan untuk memakai atribut yang serba putih. Namun, ada saja atlet yang ingin mengenakan warna lain pada saat pertandingan.

Berikut kejadian-kejadian fashion kontroversial di turnamen Wimbledon :

Abdul Rojak Sang Pemilik Hammer Kick terbaik Indonesia

3 Fashion Kontroversial di Kejuaraan Tenis Wimbledon

1. Onesie

Anne White Onesie Wimbledon Tenis Grand Slam - iMSPORT.TV

Anne White (USA), jadi terkenal usai mengenakan onesie putih saat kompetisi Turnamen Wimbledon 1985.

Meski pakaiannya tak melanggar aturan (tetap warna putih) , keluhan justru datang dari lawannya, Pam Shriver, yang meminta panitia agar Anne tak diizinkan mengenakan onesie tersebut.

2. Celana Merah

Tatiana Golovin Red Underwear Wimbledon Tenis Grand Slam - iMSPORT.TV

Wimbledon 2007, Tatiana Golovin jadi topik pembicaraan. Celana merah yang dipakai saat bertanding dianggap panitia sebagai underwear (celana dalam) .

Saat itu panitia belum mengatur warna underwear yang dipakai atlet. Baru pada 2014, aturan fashion serba putih merembet ke underwear para atlet.

Pemain Sepakbola Termuda dan Tertua di Piala Dunia

3. Bra Pink

Venus William Bra Pink Wimbledon Tenis Grand Slam - iMSPORT.TV

Wimbledon 2017, Petenis terkenal Venus William, harus mengganti bra pinknya di tengah pertandingan. Yup, salah satu aturan Wimbledon yang terkenal adalah, semua atlet yang bertanding harus berbusana serba putih, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Pakaian warna putih tujuannya untuk meminimalkan pandangan, karena keringat lebih jelas terlihat pada pakaian berwarna.

Sejak saat itu warna putih pada olahraga tenis dianggap sebagai pakaian standar untuk pemain tenis yang main di Turnamen Wimbledon

Peraturan ini eksis sejak era Ratu Victoria. Ini untuk menerapkan norma kesopanan. Aturan tersebut meliputi topi, headband, sepatu hingga ke solnya bahkan pakaian dalam. (amr)

Related Posts

3 thoughts on “3 Fashion Kontroversial di Kejuaraan Tenis Wimbledon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *