El 5-9-2017 denunciabamos en Soccerex Manchester los incumplimientos del @ManCity
— Javier Tebas Medrano (@Tebasjavier) February 6, 2023
y @PSG_espanol del fair play financiero. Es increible que la @premierleague haya tardado años en enterarse. Denunciamos que hay más casos ¿tardarán tantos años también? 🤦🤔https://t.co/eQEU2n4UOL
“Pada 5-9-2017 kami mengecam di Soccerex Manchester pelanggaran keuangan ‘fair play’ oleh Manchester City dan PSG,” cuit Javier Tebas di Twitter, “Sungguh luar biasa bahwa Premier League membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencari tahu. Kami mengecam bahwa ada lebih banyak kasus. Akankah itu butuh bertahun-tahun juga ?” pungkasnya.
Baca Juga: FIFA Beri Hal Berbeda Untuk Indonesia di Piala Dunia U-20
Manchester City juga bisa kehilangan Pep Guardiola. Pep pernah memberi ultimatum kepada petinggi klub, apabila mereka berbohong kepada pep, maka keesokan harinya ia akan meninggalkan klub dan tidak akan mengenal Manchester City lagi.
“Ketika mereka dituduh melakukan sesuatu, saya bertanya kepada mereka: ‘Ceritakan tentang itu.’ Mereka menjelaskan dan saya percaya mereka.” kata Pep pada Mei 2022 lalu. “Jika Anda berbohong kepada saya, lusa saya tidak ada di sini. Saya akan keluar dan saya tidak akan menjadi teman Anda lagi. Saya percaya kepada Anda karena saya percaya Anda 100% sejak hari pertama dan saya membela klub karena itu.” lanjut mantan pelatih Barcelona itu.Kasus ini bukanlah yang pertama bagi The Citizen (julukan man city). Sebelumnya City terkena skors dua tahun dari Liga Champions dan denda 33 juta dollar karena melanggar aturan Financial Fair Play. Tapi setelah banding, hukuman itu dicabut oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Pada kasus kali ini, City gak bisa melakukan banding karena aturan Liga Primer yang buat City tidak bisa membawa kasus ini ke CAS. (fid) Baca Juga: Terjawab! Marselino Ferdinan Resmi Berkarier di Liga Eropa
