iMSPORT.TV – Major League Soccer dan Vancouver Whitecaps harus membayar ganti rugi lebih dari lima miliar rupiah, usai dinyatakan telah mempromosikan iklan yang menyesatkan supporter, saat menjual tiket pertandingan melawan Inter Miami, yang diperkuat Lionel Messi.
Kasus ini bermula saat Miami akan bertamu ke markas Whitecaps dalam lanjutan MLS pada 25 Mei 2024. Dari iklan tiket yang dipromosikan, para fan mendapat harapan bahwa para bintang Miami seperti Messi, Luis Suárez, Sergio Busquets, dan Jordi Alba akan hadir.
Namun, beberapa hari sebelum laga, dikonfirmasi bahwa Messi, Suarez, dan Busquets, tak dibawa ke Vancouver, karena sedang diistirahatkan pelatih Miami saat itu, Gerardo Martino. Ini menyisakan kemarahan suporter.
Whitecaps sebetulnya telah berupaya meredakan situasi dengan menawarkan diskon 50 persen untuk pembelian makanan dan minuman di stadion, kepada lebih dari 50 ribu penonton yang hadir. Namun itu tak memuaskan para suporter.
Seorang fan bernama Ho Chun kemudian mengajukan gugatan kolektif (class action), dengan mengklaim MLS dan Whitecaps telah ‘menjual harapan’ agar tiketnya laris.
MLS dan Whitecaps awalnya menolak bertanggung jawab dan mengklaim tuduhan itu tak berdasar.
Akibat Messi Absen, Whitecaps Harus Bayar Fansnya 5,5 Miliar
Namun setahun berselang, MLS dan Whitecaps mulai melunak dan bernegosiasi dengan penggugat demi menghindari sengketa lebih lanjut. Akhirnya ketiga pihak pun mencapai kata sepakat.
MLS dan Whitecaps akan patungan membayar ganti rugi sebesar 329 ribu dolar atau sekitar 5,5 miliar rupiah kepada para penggugat. Kesepakatan ini telah disetujui Mahkamah Agung British Columbia pada 2 Maret 2026.
“Vancouver Whitecaps mengonfirmasi bahwa penyelesaian gugatan class action terkait laga musim reguler MLS melawan Inter Miami pada 25 Mei 2024 telah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung British Columbia,” bunyi pernyataan klub kepada ESPN.
“Penyelesaian akan diimplementasikan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian penyelesaian.“
Dalam kesepakatan itu, Whitecaps juga harus merevisi ketentuan dalam penjualan tiket pertandingan agar tuntutan semacam ini tak terjadi lagi ke depannya.
Mereka harus menambahkan klausul yang menjelaskan bahwa, mereka tak punya kuasa untuk memastikan daftar tim atau susunan pemain.
Selain itu, para fan juga tak boleh meminta jaminan seorang pemain akan tampil terlepas dari materi promosi yang ditampilkan.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
