Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Negara yang Boikot Piala Dunia 2026

iMSPORT.TV – Pemerintah Iran menyatakan tim nasional (Timnas) sepak bola mereka tidak bisa berpartisipasi alias boikot Piala Dunia 2026 setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara bersama Israel.

Iran menyatakan bakal mundur dari Piala Dunia 2026 karena perang. Namun, aksi menolak tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia itu bukanlah hal baru.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, tercatat ada sejumlah negara yang pernah memboikot turnamen tersebut. Iran kini mengikuti jejak negara-negara yang sebelumnya pernah mengambil langkah serupa, karena alasan politik hingga konflik internasional.

Daftar Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia
Dalam sejarah modern Piala Dunia, hampir tidak ada negara yang memboikot putaran final Piala Dunia, setelah berhasil lolos kualifikasi karena alasan politik, setidaknya sebelum kasus Iran pada 2026.

Melansir DetikSport, Uruguay pernah menolak bermain di Piala Dunia 1934. Saat itu, Uruguay yang berstatus juara bertahan (1930), menolak tampil di Italia sebagai balasan karena hanya sedikit tim Eropa yang datang bermain di Uruguay pada 1930.

Jarak perjalanan dari Amerika Timur terlalu jauh, sementara biaya perjalanan laut mahal, karena saat itu belum ada pesawat komersial. Kasus ini lebih dipicu faktor logistik ketimbang boikot politik.

Di sisi lain, Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia (United Kingdom) juga menolak ikut meski diundang langsung. Alasannya, mereka menganggap kompetisi British Home Championship lebih bergengsi, dan pada saat itu mereka juga sedang “mengasingkan diri” dari FIFA.

Daftar Negara yang Boikot Piala Dunia 2026

Chris Carlson/AP

Di Piala Dunia 1938 Prancis, giliran Argentina dan kembali Uruguay yang melakukan aksi boikot. Tim Tango menolak bermain, karena gagal menjadi tuan rumah.

Seluruh negara Afrika, tepatnya 15 anggota Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), memboikot seluruh proses kualifikasi Piala Dunia 1966 di Inggris. Alasannya, FIFA hanya memberi satu slot gabungan untuk Afrika, Asia, dan Oseania.

Kebijakan ini dianggap tidak adil dan CAF menuntut slot khusus untuk benua Afrika. Boikot tersebut sukses, FIFA kemudian memberi jatah khusus untuk setiap benua mulai Piala Dunia 1970.

Uni Soviet (USSR) menolak untuk main leg kedua playoff melawan Chili di Santiago. Stadion Estadio Nacional saat itu baru saja dipakai sebagai tempat eksekusi tahanan selepas kudeta militer yang dipimpin Augusto Pinochet.

Uni Soviet juga menolak bermain di Piala Dunia 1974. Saat itu mereka ogah bertanding di Chile, karena memprotes kudeta yang dilakukan rezim militer Augusto Pinochet terhadap Presiden sosialis Salvador Allende.

FIFA akhirnya mendiskualifikasi Uni Soviet, sehingga Chili lolos otomatis ke Piala Dunia 1974.

Terakhir ancaman boikot juga muncul pada Piala Dunia 1978 di Argentina dan Piala Dunia 2022 di Qatar, tetapi tidak pernah benar-benar terealisasi.

Kini Iran melakukan aksi boikot karena sedang perang melawan Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.

(amr/adm)

Berita Olahraga Lainnya :