iMSPORT.TV – Elfira Rosa Nasution (lahir 1 Maret 1970), adalah seorang perenang Indonesia. Ia dilatih sendiri oleh ayahnya, Radja Mursinal Nasution, yang juga pelatih renang nasional Indonesia.
Sejak kecil, Elfira kerap menjuarai berbagai kejuaraan renang di tingkat nasional. Sehingga ia berkali-kali dipercaya memperkuat Team Nasional Indonesia dalam kejuaraan renang di Sea Games maupun Asian Games.
Tidak sedikit prestasi dan medali yang telah diperolehnya dari kejuaraan-kejuaraan tersebut
Jejaknya kemudian diikuti oleh adik-adiknya, Maya Masita Nasution, Elsa Manora Nasution, Kevin Rose Nasution, dan Muhammad Akbar Nasution.
Mereka pun menuai banyak prestasi di berbagai kejuaraan renang baik di tingkat nasional maupun regional pada masanya masing-masing.
Radja Nasuiton melatih anak-anaknya dengan penuh disiplin yang tinggi. Sejak kecil, Elfira Rosa Nasution pergi ke sekolah setiap pagi dengan rambut basah. Bangun pukul 4.00 dini hari, langsung nyebur ke kolam renang, memenuhi instruksi sang ayah sekaligus pelatihnya, Radja M. Nasution.
Pukul 6.30 pagi, begitu latihan selesai, baju renang diganti dengan seragam sekolah.
“Saban pagi, saya dan Maya hanya sempat sarapan di sekolah,” tutur Elfira Rosa Nasution, yang biasa dipanggil Efi.

Elfira Rosa Nasution: Mantan Ratu Renang SEA Games
Latihan itu, ternyata, tidak percuma. Lewat Kejurnas Antarklub di Jakarta, Desember 1983, Efi menyabet sembilan medali emas. Saat itu saja, dengan menjadi pemegang empat rekor nasional, ia mulai mengimbangi prestasi bekas “Ratu Renang Asia Tenggara”, Nanik Juliati Suryaatmadja, yang memegang lima rekor nasional.
Walaupun tidak ditargetkan, si sulung beradik empat itu meraih satu medali perak di Asian Games 1983 di Seoul, Korea Selatan.
Prestasi inilah yang turut mendorong SIWO/PWI Jaya memilihnya sampai tiga kali (1980, 1981, 1983) sebagai Atlet Terbaik.
Namun, gelar ini tidak membuat Efi berhenti berprestasi. Dalam PON XI, Jakarta, 1985, Efi merebut delapan medali emas dan dua medali perak, dengan catatan memperbaiki delapan rekor PON dan lima rekor nasional. Tak heran kalau ada media cetak yang menjulukinya “Primadona PON XI”.
Elfiran dijuluki sebagai Ratu Renang SEA Games karena dia mampu mengalahkan saingan dia waktu itu, Nurul Huda Abdullah, perenang dari Malaysia.
Elfi memang berasal dari keluarga perenang. Ayahnya, Radja Nasution, mantan perenang dan pemain polo air Sumatera Utara. Rosani Samsoe, ibunya, juga perenang. Keduanya kini menjadi pelatih, dan terakhir menetap di Jambi serta berhasil membangkitkan demam renang di daerah itu.
Terjun ke kolam renang sejak berusia empat tahun, bersama klub Prim asuhan ayahnya, Efi membuat kejutan pada Kejurnas Antarklub di Bandung, 1978. Usianya ketika itu delapan tahun, dan ia langsung memetik lima medali emas untuk jarak 50 meter gaya dada, kupu-kupu, punggung, bebas, serta 200 meter gaya berganti.
Semuanya dalam Kelompok Umur I. Prestasi ini membuka jalan baginya untuk turut dalam berbagai pertandingan renang di Muangthai, Filipina, India, Jepang, dan Korea Selatan.
Pada 1982, Elfira dikirim berlatih pada klub Cypres Aquatic, Los Angeles, AS. Porsi latihan renangnya sejauh 5.000 sampai 7.000 meter.
“Lebih berat latihan dengan Papa,” katanya. Di Jambi, setiap pagi ia harus melahap jarak 10.000 sampai 11.000 meter.
Satu di antara “kunci” keberhasilan Elfira, juga adiknya, Maya Masita Nasution, adalah keserasian hubungan dengan pelatihnya. Itu sebabnya ia pernah menolak tawaran Sekjen KONI Pusat, M.F. Siregar, untuk pindah ke Jakarta.
“Lagi pula, pergaulan di sini susah, lebih enak di daerah,” katanya.
Sibuk di kolam renang tidak membuat gadis pemalu itu ketinggalan di sekolah. Ke mana pergi, Efi membawa buku pelajaran, dan pulang dari pertandingan di luar negeri, ia memfotokopi catatan teman sebangku.
Nilai pelajarannya di kelas III SMP Xaverius Jambi (1985) rata-rata tujuh, kecuali pelajaran olahraga: 8. Ia, yang doyan makan sup, gulai daun ubi, bakso, permen cokelat, dan mangga, juga rajin berolahraga.
Setelah hidup dan melatih di Negeri Paman Sam selama 20 tahun, Elfira kembali ke tanah air dengan misi mengembangkan olahraga renang. Bersama adiknya, Akbar Nasution, mereka meluncurkan klub renang “Talang Raja” di Sipin, Kota Jambi.
Dengan semangat baru, didukung penuh oleh saudaranya, Akbar dan Kevin, Elfira membuka klub renang Talang Raja ini, dan Elfira berencana mengadakan program pelatihan dan kompetisi renang untuk anak-anak Jambi. Ia juga berharap dapat menciptakan tim renang Jambi yang kuat dan berprestasi.
Mereka siap bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap renang dan mencetak atlet yang mampu bersaing di level nasional dan internasional.
Satu hal yang menjadi catatan penting bagi Elfira adalah bahwa, menjadi putri seorang pelatih memberikan kelebihan tersendiri.
“Senang rasanya karena kalau ke mana-mana selalu ditemani orang tua, tapi latihan keras itu pasti ada. Beberapa kali saya ingin berhenti, tapi orang tua selalu memberi nasihat untuk terus lanjut,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa cita-cita ayahnya adalah menjadikan anak-anaknya lebih hebat dari dirinya, dan hal itu berhasil tercapai.
Semangatnya menjadi contoh bahwa kejayaan di dunia renang lahir dari dedikasi, lingkungan yang mendukung, dan pembinaan berkelanjutan sejak dini.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
