iMSPORT.TV – Petenis asal Italia, Jannik Sinner, berhasil menasbihkan diri sebagai juara Madrid Terbuka untuk pertama kalinya, setelah menumbangkan Alexander Zverev di partai final, Minggu (4/5). Sinner tampil sangat dominan dan menyudahi perlawanan petenis Jerman tersebut dua set langsung dengan skor telak 6-1 dan 6-2.
Kemenangan di ibu kota Spanyol ini menjadi pencapaian monumental bagi Sinner. Gelar tersebut merupakan titel Masters 1000 kelima secara beruntun yang diraihnya, sekaligus memperpanjang rekor kemenangan impresifnya menjadi 23 pertandingan tanpa terkalahkan.
Catatan luar biasa ini menempatkan Sinner sejajar, bahkan melampaui rekor beruntun para legenda seperti Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic yang sebelumnya mampu meraih empat gelar Masters 1000 secara berturut-turut.
Meski telah mengukir sejarah baru di dunia tenis, Sinner tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia enggan disejajarkan dengan deretan petenis “Big Three”.
“Seperti yang selalu saya katakan, saya tidak bisa membandingkan diri saya dengan Rafa, Roger, Novak,” kata Sinner dalam konferensi pers seusai kemenangannya di Madrid, dikutip dari ATP, Senin.
“Apa yang mereka lakukan, itu sesuatu yang luar biasa. Saya tidak bermain untuk rekor-rekor ini, atau saya tidak bermain untuk rekor secara umum. Saya bermain untuk diri saya sendiri.”
“Saya bermain untuk tim saya, karena mereka tahu apa yang ada di baliknya. Juga keluarga saya, karena dengan kesuksesan yang telah saya raih, mereka juga tidak pernah mengubah sikap mereka terhadap saya,” kata Sinner.
“Tentu saja, itu sangat berarti, angka-angka yang fantastis. Tetapi ada banyak disiplin, banyak pengorbanan di baliknya.“
Jannik Sinner Juara Madrid Terbuka, Cetak Rekor 5 Gelar Masters 1000 Beruntun
“Saya adalah orang pertama yang harus siap di pagi hari untuk bangun. Saya menyukai perjalanan ini. Saya suka menempatkan diri saya pada posisi terbaik untuk menjadi versi terbaik dari diri saya,” ujar petenis berusia 24 tahun itu.
Petenis No.1 dunia itu tidak ingin menyebut mana pertandingan “tersulit” selama rentetan kemenangan yang telah berlangsung di lapangan keras dalam ruangan, lapangan keras luar ruangan, dan lapangan tanah liat tersebut.
“Berbicara tentang pertandingan sulit, setiap pertandingan itu sulit. Tak ada satu pun yang mudah, juga hari ini.”
“Jadi sulit untuk mengatakannya. Kondisinya selalu berbeda. Paris berada di dalam ruangan. Kemudian ke Indian Wells, lapangannya sangat memantul. Miami sangat datar. Kemudian berganti permukaan, ke Monaco, lapangannya sedikit lebih lambat,” ujar petenis Italia itu.
Sinner tampak hampir tak terhentikan saat ini, tetapi hal itu tidak menghalangi juara 28 kali tingkat level tur tersebut untuk terus meningkatkan permainannya.
Ia juga menyoroti munculnya talenta-talenta baru yang nantinya akan menantangnya di puncak permainan.
“Ada pemain-pemain hebat, pemain yang kita kenal, juga pemain yang tampaknya akan datang, dan sebenarnya mereka sudah ada di sini. Kita tidak pernah tahu,” kata Sinner.
“Seperti Rafael Jodar, enam bulan lalu, tidak ada yang melihatnya. Sekarang dia ada di sini di antara nama-nama besar.”
Kini posisi Sinner kian kuat sebagai favorit utama menjelang turnamen Grand Slam Roland Garros. Apalagi, pesaing beratnya, Carlos Alcaraz, saat ini tengah didera cedera pergelangan tangan.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
