iMSPORT.TV – Jurnalis MotoGP, Simon Patterson, meyakini Marc Marquez sudah berbohong soal kondisi fisiknya. Ia menguatkan dugaan itu dengan hasil buruk yang diraih pada MotoGP Inggris 2026.
Marquez gagal menembus lima besar pada balapan di Sirkuit Silverstone, Minggu 9 Agustus 2026. Rider tim Ducati Lenovo itu finis sembilan di Sprint Race dan tujuh pada lomba utama.
Ketika ditanya wartawan usai balapan, Marquez bilang dengan gamblang, masalahnya ada pada dirinya sendiri. Perkataan itu langsung memicu kehebohan di paddock MotoGP.
Patterson menduga Marquez berbohong selama ini. Di depan kamera, pria asal Spanyol itu selalu mengaku kondisinya baik-baik saja. Tetapi, fakta tidak bisa dibantah.
“Marc berbohong kepada kita semua selama ini. Kita bisa melihatnya dengan jelas sekarang. Marc berbohong secara sistematis kepada kita semua, terkait kondisi fisiknya. Dia bilang baik-baik saja padahal tidak,” kata Patterson, dikutip dari Motosan, Kamis (13/8/2026).
Walau begitu, Patterson mengagumi sikap Marquez yang tak pernah menjadikan kondisi fisiknya sebagai pembenaran untuk hasil-hasil buruk. Ia melihat The Baby Alien masih belum menikmati berkendara di atas motor.
MotoGP Inggris 2026: Benarkah Marc Márquez Berbohong Soal Kondisi Tubuhnya?
“Dia masih belum 100% (bugar) atau bahkan belum mendekati 100% meski dia mengatakan sangat masih menikmati dirinya sendiri di atas motor,” tandas sang wartawan berkebangsaan Irlandia Utara itu lagi.
Marquez memang masih bergelut dengan masalah di bahu kanannya, meski sudah dioperasi lagi pada Mei 2026. Jeda musim panas selama tiga pekan, ternyata belum betul-betul mengembalikan kondisi fisiknya seperti semula.
Di sis lain, Jorge Martin mulai melancarkan tantangan terbuka terhadap Marc Marquez untuk gelar juara dunia MotoGP 2026. Pembalap tim Aprilia Racing itu yakin, persaingan akan menyenangkan buat penonton.
Martin saat ini memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin. Ia unggul 31 angka dari pesaing terdekatnya sekaligus sang rekan setim Marco Bezzecchi. Sedang Marquez, di urutan empat dengan 200 poin. Sang juara dunia bertahan tertinggal hingga 40 angka dari Martin, dengan 12 seri tersisa.
Walau selisihnya cukup jauh, Martin sadar Marquez akan selalu diunggulkan untuk jadi juara dunia. Ia merasa, bertarung dengan kompatriotnya itu, saja sudah terasa seperti sebuah kemenangan.
“Dia adalah juara dunia sembilan kali dan punya motor yang kuat,” kata Martin, dikutip dari Motosan, Kamis (13/8/2026).
“Hal terpenting adalah berada dalam posisi bertarung dengannya, salah satu pembalap terbaik sepanjang sejarah. Itu sudah sebuah kemenangan buat saya,” imbuh lelaki berpaspor Spanyol tersebut.
Martin yakin persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 masih terbuka. Ia pun berani menantang Marquez untuk memperebutkan titel bergengsi tersebut hingga akhir musim.
“Yang bisa saya kontrol adalah bagaimana saya berlatih, apa yang saya makan, bagaimana saya bersiap, dan saya tahu kalau semuanya baik-baik saja, saya akan bertarung hingga akhir,” tandasnya.
Setelah ini, seri ke-13 MotoGP 2026 akan digelar di Sirkuit MotorLand Aragón, Alcaniz, Spanyol. Balapan bertajuk MotoGP Aragon 2026 itu bakal dihelat pada 28-30 Agustus.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
