Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asian Games 2026 : 4 Emas, Cerminan Kondisi Olahraga Nasional

iMSPORT.TV — Target 4 medali emas yang dibebankan pemerintah kepada kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, dinilai realistis. Kondisi prestasi olahraga nasional, keterbatasan anggaran, dan tidak adanya nomor pertandingan, menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan target tersebut.

Pengamat olahraga Mahfudin Nigara mengatakan, pemerintah tentu punya dasar sebelum menetapkan target 4 medali emas. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan pemerintah memahami kondisi olahraga Indonesia saat ini.

Kalau lihat kondisinya, pemerintah minta empat emas, berarti pemerintah sudah paham kondisinya. Pemerintah pasti saat memberikan guidance itu ada acuannya,” ujar dia.

Secara hitungan di atas kertas, Indonesia sebenarnya masih memiliki peluang meraih lebih banyak medali emas. Namun, target tidak bisa dilepaskan dari berbagai keterbatasan yang dihadapi dalam persiapan menuju Asian Games 2026.

Kalau di atas kertas bisa 10, tetapi karena adanya segala keterbatasan tersebut, selain ada nomor-nomor andalan yang tidak dipertandingkan, rasanya tidak perlu dipaksakan juga,” tambahnya.

Mahfudin menyebut, keterbatasan anggaran dan persiapan sebagai salah satu persoalan yang harus diperhitungkan. Dengan kondisi olahraga Indonesia yang menurut dia sedang memprihatinkan, target empat emas menjadi angka yang lebih masuk akal untuk dibebankan kepada kontingen Merah Putih.

Pandangan serupa disampaikan pengamat olahraga Gatot S. Dewabroto, yang juga menilai, target empat emas sudah mencerminkan upaya maksimal, dengan mempertimbangkan situasi olahraga nasional saat ini.

Menurutnya, Kemenpora juga tengah berupaya menjaga pemakaian anggaran. Maka, target yang lebih rendah dibandingkan Asian Games sebelumnya, bukan berarti Indonesia kehilangan ambisi berprestasi.

Kondisi sekarang memang sedang seperti ini. Kemenpora juga sedang berusaha menjaga anggaran. Jadi, menurut saya, target tersebut sudah realistis,” ujar dia.

Asian Games 2026 : 4 Emas, Cerminan Kondisi Olahraga Nasional

Indonesia sebelumnya mampu membawa pulang tujuh medali emas dari Asian Games Hangzhou 2022. Dengan demikian, target empat emas di Aichi-Nagoya 2026 mengalami penurunan tiga keping.

Mempertahankan target tujuh emas dalam kondisi saat ini menurut Gatot, justru berpotensi menjadi beban. Jika target terlalu tinggi tapi tidak didukung persiapan yang memadai, persoalan baru bisa muncul ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan.

Nigara menyebut bulu tangkis sebagai salah satu cabang yang secara tradisi menjadi tumpuan Indonesia di ajang multievent Asia. Juga panjat tebing, dinilai memiliki prospek besar setelah menunjukkan prestasi di level internasional.

Biasanya bulu tangkis, kemudian panjat tebing, yang kita sudah punya prestasi internasional. Voli juga potensial,” kata Mahfudin.

Peluang Indonesia untuk melampaui target, tetap terbuka. Sejumlah atlet punya peluang bersaing memperebutkan emas, termasuk lifter Rizky Juniansyah yang turun di kelas barunya dan Rahmat Erwin Abdullah.

Menjelang keberangkatan ke Asian Games pada 12 September, tidak ada lagi ruang untuk bereksperimen. Persiapan atlet Indonesia kini bergeser dari membangun fondasi menuju penyempurnaan setiap detail agar berada dalam kondisi terbaik.

Bulu tangkis, yang merupakan salah satu cabang andalan, mulai melakukan persiapan intensif. Beberapa pemain yang sebelumnya masuk dalam daftar China Masters, 1-6 September, ditarik keikutsertaannya.

Mereka yang ditarik yakni tunggal putra Alwi Farhan dan satu ganda putra Fajar Alfian-Muhammad Shohibul Fikri.

Pertimbangannya karena mereka memiliki kebutuhan untuk menjaga atau menambah poin ranking BWF mereka, sekaligus menjaga match feel dan ritme pertandingan sebelum Asian Games. Jadi, programnya memang tidak bisa disamaratakan. Kami melihat kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain,” ujar Eng Hian, Kepala Bidang Binpres PBSI, suatu kesempatan.

(adm/amr)

Berita Olahraga Lain: