Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asian Games 2026: 9 Atlet Panjat Tebing Indonesia Incar 2 Emas

iMSPORT.TV – Tinggal 11 hari. Sembilan atlet terbaik Indonesia di disiplin panjat tebing akan berangkat ke Nagoya, Jepang, untuk merebut medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (19 September–4 Oktober).

Kompetisi panjat tebing Asian Games 2026 digelar di Nagoya International Exhibition Hall, Hall 1. Enam nomor medali tersedia: speed putra, speed putri, boulder putra, boulder putri, lead putra, dan lead putri.

Indonesia secara realistis paling kompetitif di nomor speed — tempat dua atlet terbaiknya sudah teruji di level dunia.

Desak Made Rita Kusuma Dewi, cerita tersendiri dalam olahraga Indonesia. Perempuan dari Bali ini bukan hanya atlet nasional — ia adalah pemecah rekor dunia, yang sudah berulang kali membuat seluruh aula pertandingan terdiam.

Asian Games 2026: 9 Atlet Panjat Tebing Indonesia Incar 2 Emas

Status world no. 1 di nomor speed, bukan sekadar peringkat; itu representasi dari ribuan jam latihan dan konsistensi yang nyaris tidak pernah goyah.

Tahun 2026 adalah musim terbaiknya hingga kini — tiga emas dari kompetisi internasional sebelum Asian Games. Jika ia berhasil mengulang performa itu di Nagoya, Indonesia pulang dengan satu emas yang sudah dinantikan sejak lama.

FPTI mengalokasikan anggaran pelatnas sebesar Rp222 miliar untuk siklus menuju Asian Games 2026. Angka itu mencerminkan keseriusan pemerintah dan federasi dalam mendukung cabang olahraga yang sudah terbukti menghasilkan medali.

Tim manager Aries Susanti Rahayu, mantan atlet speed legendaris Indonesia sendiri, memimpin delegasi ke Nagoya.

Asian Games 2026: 9 Atlet Panjat Tebing Indonesia Incar 2 Emas

Veddriq Leonardo

Sementara peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo mengincar kepingan utama dalam ajang Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang.

Atlet panjat tebing Indonesia tersebut mengaku belum puas dengan pencapaian yang telah diraihnya dan masih ingin terus menorehkan prestasi.

Veddriq menargetkan medali emas di nomor speed perorangan saat memperkuat Indonesia pada Asian Games mendatang.

“Kalau saya target pribadi ya pasti pengin medali emas di Asian Games, mewakili Indonesia di kategori speed,” ujar Veddriq.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi atlet asal Pontianak itu. Meski telah meraih medali emas Olimpiade, Veddriq belum pernah mendapatkan medali emas Asian Games pada nomor perorangan.

Kenapa Speed Climbing Jadi Andalan Indonesia

Berbeda dari boulder dan lead, yang sangat dipengaruhi rute unik tiap kompetisi, nomor speed climbing memakai dinding dan rute yang distandardisasi secara global — tinggi 15 meter dengan susunan pegangan yang identik di setiap kompetisi resmi.

Standardisasi inilah yang membuat nomor ini jadi arena paling terukur untuk diprediksi dan dilatih secara sistematis, dan menjelaskan kenapa atlet-atlet Indonesia bisa konsisten bersaing di level dunia meski infrastruktur panjat tebing domestik belum semerata dengan negara-negara climbing tradisional seperti Prancis atau Jepang.

Nomor speed juga murni soal reaksi dan efisiensi gerakan — pemenang ditentukan oleh siapa tercepat menyentuh tombol di puncak dinding, dengan selisih waktu antaratlet top dunia kerap hanya beberapa persepuluh detik.

Faktor inilah yang membuat program latihan intensif dan berulang sangat menentukan, dan menjelaskan kenapa federasi rela mengalokasikan anggaran besar untuk memastikan atlet-atlet andalannya tetap berada di puncak performa menjelang kompetisi besar seperti Asian Games.

Berikut daftar nama-nama atlet tersebut:

Speed Putra:

  1. Vedriq Leonardo
  2. Rahmad Adi Mulyono
  3. Putra Tri Ramadani
  4. Antasyafi Robby Al Hilmi

Speed Putri:

  1. Desak Made Rita Kusuma Dewi
  2. Rajiah Salsabillah
  3. Kadek Adi Asih

Lead / Boulder : TBA

Ketua Umum Pengurus Pusat FPTI, Yenny Wahid mengatakan target utama timnas panjat tebing Indonesia saat ini adalah mempertahankan prestasi. Pada edisi Asian Games sebelumnya di Hangzhou, Tiongkok 2022 lalu, timnas panjat tebing Indonesia berhasil menyabet 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

(adm/dfd)

Berita Lainnya: