iMSPORT.TV — Sektor ganda campuran badminton Indonesia kini memiliki amunisi baru. Pasangan Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu resmi diduetkan untuk menambah daya gedor skuad Merah Putih. Meski berstatus sebagai pasangan anyar di Pelatnas PBSI Cipayung, Bagas/Apriyani mengaku siap memberikan kejutan dan menggebrak persaingan dunia.
Racikan baru ini merupakan hasil tangan dingin pelatih ganda campuran, Nova Widianto. Pelatih berusia 48 tahun itu diketahui tengah merombak susunan pemain dengan membentuk tiga pasangan ganda campuran baru.
Selain Bagas/Apriyani, PBSI juga menduetkan Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Nawaf Khoiriyansyah/Indah Sari Cahya Jamil. Ketiga pasangan baru ini diproyeksikan secara jangka panjang untuk bisa menembus ajang bergengsi Olimpiade Los Angeles 2028.
Tantangan Adaptasi Lintas Sektor
Bagi Bagas Maulana, bermain di sektor ganda campuran merupakan sebuah pengalaman dan tantangan baru. Pebulu tangkis berusia 28 tahun ini sebelumnya lebih malang melintang dan merajai sektor ganda putra bersama nama-nama seperti Muhammad Putra Erwiansyah, Leo Rolly Carnado, dan Muhammad Shohibul Fikri.
Kini, Bagas siap memulai petualangan barunya bersama Apriyani. “Kalau saya pribadi, kami berdua sudah lama sekali di sektor ganda (putri dan putra). Saya juga masih perlu adaptasi lebih, karena tidak gampang main ganda campuran,” ungkap Bagas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
“Kami harus mengatur lebih lagi di dalam lapangan. Kami juga masih perlu berbagi ilmu dengan pasangan lain yang sudah lebih dulu turun di ganda campuran,” tambahnya.
Proses Penyesuaian Pola Permainan
Di sisi lain, Apriyani Rahayu sejatinya sudah mulai mencicipi persaingan ganda campuran sebelum berpasangan dengan Bagas. Ia sempat berduet dengan Dejan Ferdinansyah dan sukses meraih gelar juara di ajang Indonesia International Challenge 2026 Seri Pontianak pada Agustus lalu.
Menurut Apriyani, berpasangan dengan tandem baru tentu membutuhkan waktu adaptasi untuk menyatukan chemistry. “Jadi memang ada porsinya. Saya harus tahu, karena pola Dejan sama Bagas juga berbeda. Kurang lebih tidak terlalu banyak untuk perubahannya,” ujar Apriyani terkait proses penyesuaian di lapangan.
Langkah Strategis PBSI dan Debut di Surabaya
Jika ditelisik lebih jauh, keputusan berani PBSI melakukan rotasi ini tak lepas dari performa sektor ganda campuran Indonesia yang belum menunjukkan hasil memuaskan sepanjang musim 2026. Sejauh ini, pencapaian terbaik yang mampu dipersembahkan sektor ini hanyalah medali perunggu Kejuaraan Dunia BWF 2026 lewat aksi Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Kini, para pencinta bulu tangkis Tanah Air tak perlu menunggu lama untuk melihat aksi Bagas/Apriyani. Pasangan baru ini rencananya bakal langsung diuji coba dalam turnamen terdekat, yakni ajang Indonesia International Challenge 2026 Seri Surabaya yang akan bergulir pada 22–27 September mendatang.
(adm/cfc)
Berita Lainnya:
