iMSPORT.TV — Atmosfer kemeriahan ajang Asian Games 2026 mulai terasa kental di Bandar Udara Internasional Chubu Centrair, Jepang. Menjelang multievent olahraga terbesar se-Asia tersebut, area kedatangan bandara tampil semarak bersolek untuk menyambut kedatangan kontingen dari berbagai negara.
Pemandangan khas pesta olahraga langsung menyapa mata para penumpang. Berbagai ornamen cantik mulai menghiasi sepanjang koridor kedatangan hingga area pengambilan bagasi. Deretan visual siluet cabang olahraga yang dipertandingkan, hingga kehadiran maskot resmi Aichi-Nagoya 2026, Honohon, sukses mempercantik salah satu pusat transit terbesar di Asia itu. Bahkan, troli penumpang pun tak luput dari sematan tulisan “Aichi-Nagoya 2026”.
Makna Maskot Honohon dan Pelayanan Keselamatan
Honohon, sang maskot resmi Asian Games edisi ke-20 ini, menjadi pusat perhatian. Konsep desainnya lahir dari perpaduan antara semangat juang para atlet dengan figur tradisional Shachihoko, yang selama ini melekat sebagai ikon kebanggaan kawasan Aichi-Nagoya.
Memiliki mata berukuran besar dengan telinga menyerupai Shachihoko, Honohon dirancang secara khusus untuk merepresentasikan atlet, pendukung, sekaligus menjadi simbol penyemangat bagi seluruh peserta Asian Games.
Untuk melengkapi suasana penyambutan, sejumlah sukarelawan (volunteer) terlihat bersiaga di pintu kedatangan. Mereka sigap membantu mengarahkan para delegasi kontingen menuju meja pengaktifan kartu akreditasi, tak terkecuali bagi para awak media yang bertugas meliput perhelatan akbar ini.
Mobilitas Meningkat Drastis Jelang Pembukaan
Meski berstatus sebagai gerbang kedatangan internasional utama, situasi di area terminal kedatangan Chubu Centrair pada Kamis (17/9) terpantau relatif lengang, kendati beberapa perwakilan kontingen mancanegara seperti dari Uzbekistan dan Kazakhstan sudah tampak tiba.
Namun, di balik kelengangan terminal, mobilitas transportasi dari bandara menuju pusat kota Nagoya justru mengalami lonjakan tajam. Hal ini diamini oleh Baim, seorang pengemudi asal Indonesia yang kerap mengantar jemput tamu di kawasan tersebut.
“Rute bandara jadi lebih banyak, tadi saja saya sudah tiga kali bolak-balik Bandara-Nagoya. Ini yang ketiga, habis ini masih ada yang harus dijemput,” ungkap Baim kepada ANTARA.
Bandar Udara Internasional Chubu Centrair memang diproyeksikan sebagai titik gerbang utama bagi ribuan atlet, ofisial, maupun suporter yang hendak menyaksikan langsung rangkaian pertandingan Asian Games 2026, yang dijadwalkan bergulir dari tanggal 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
(adm/dfd)
Berita Lainnya:
