iMSPORT.TV — Di balik semaraknya ajang Asian Games 2026 yang tengah berlangsung, pesona kota sang tuan rumah, Nagoya, menjadi daya tarik yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jika Jepang diibaratkan sebagai sebuah mesin raksasa yang tak pernah berhenti berputar, maka Nagoya adalah jantung utamanya!
Sebagai ibu kota Prefektur Aichi yang terletak strategis di ujung Teluk Ise, Honshu tengah, Nagoya berdiri gagah bukan hanya sekadar pusat manufaktur. Kota metropolitan terbesar ketiga di Jepang ini menyimpan perpaduan luar biasa antara warisan epik sejarah samurai dan kecanggihan inovasi masa depan.
Apa yang membuat Nagoya begitu istimewa? Berikut deretan fakta uniknya!

Nagoya: Dari Markas Samurai Menjadi Raksasa Industri
Transformasi Nagoya adalah sebuah perjalanan sejarah yang epik. Dilansir Britannica, segalanya bermula pada tahun 1610 ketika klan Tokugawa mendirikan sebuah kastil megah, menjadikan wilayah ini sebagai poros kekuatan militer dan politik para samurai.
Titik baliknya terjadi pasca tahun 1868 ketika Nagoya membuka diri. Sempat memulai industrinya dari kerajinan barang-barang kecil seperti jam tangan, sepeda, dan mesin jahit, Nagoya pasca Perang Dunia II langsung tancap gas berekspansi ke industri berat.
Memanfaatkan pelabuhan modern dan akses energi yang melimpah, Nagoya kini berevolusi menjadi pusat utama dunia untuk pembuatan kapal laut, pesawat terbang, hingga otomotif kelas dunia.
“Detroit-nya Jepang” yang Mendunia
Tak heran jika kota yang berada di pusat Zona Industri Chukyo ini mendapat julukan prestisius sebagai “Detroit-nya Jepang”.
Bagi para tech-savvy dan pencinta otomotif, Nagoya adalah surga dunia. Di sini, pengunjung wajib menyambangi Museum Toyota untuk napak tilas perubahan pabrik mesin tenun menjadi raksasa mobil dunia, atau mampir ke SCMaglev and Railway Park untuk melihat langsung deretan kereta tercepat di planet bumi.
Wajah futuristik kota ini juga disempurnakan dengan kehadiran ikon arsitektur modern seperti Nagoya TV Tower dan Oasis 21 yang memiliki desain menakjubkan layaknya pesawat ruang angkasa.
Mahakarya Perencanaan Kota Masa Depan
Julukan “City of Roads” atau Kota Jalan Raya tak lepas dari keberanian pemerintah kota Nagoya pada tahun 1945. Alih-alih membangun ulang kotanya persis seperti sebelum hancur akibat Perang Dunia II, mereka memilih merancang ulang tata kota secara visioner.
Jalanan di Nagoya dibangun sangat lebar, contohnya Jalan Hisaya-odori yang memiliki lebar hingga 100 meter. Fungsi jalan ini sangat brilian: sebagai jalur lalu lintas, taman kota yang asri, sekaligus penyekat api alami untuk mitigasi bencana.
Sistem transportasinya pun menjadi percontohan dunia. Stasiun raksasa terintegrasi rapi dengan jaringan kota bawah tanah yang sangat memanjakan pejalan kaki. Menariknya lagi, kawasan industri berat dan pelabuhan dipisahkan secara tegas agar hiruk-pikuk manufaktur tidak mengganggu ketenangan kawasan permukiman warganya. Tata kelola jenius inilah yang membuat Nagoya kini mampu menyumbang hingga 1,5% bagi ekonomi global!
Nagoya Meshi: Berani Bumbu, Memanjakan Lidah
Belum lengkap rasanya membahas Nagoya tanpa menyentuh kekayaan kulinernya yang dikenal dengan sebutan Nagoya Meshi. Berbeda dengan masakan Jepang pada umumnya yang berprofil rasa lembut, kuliner Nagoya justru tampil sangat bold, berani bumbu, dan kaya rasa!
Kunci kelezatannya terletak pada penggunaan pasta kedelai merah (aka-miso) hasil fermentasi. Meski tampilannya sering didominasi warna cokelat pekat, ledakan rasanya sukses membuat lidah bergoyang dan sangat bersahabat dengan selera turis internasional.
Jika berkunjung ke sini, para pelancong dan atlet Asian Games wajib mencicipi Miso Nikomi Udon (udon tebal kuah miso), Tebasaki (sayap ayam goreng rempah), hingga Kishimen (mi pipih favorit samurai). Jangan lewatkan juga manisnya Ogura Toast (roti panggang kacang merah), hidangan Ayam Cochin, serta udang goreng raksasa khas Nagoya yang legendaris.
(adm/dfd)
Berita Lainnya:
