iMSPORT.TV – Pemerintah langsung mencairkan bonus apresiasi bagi atlet peraih medali Asian Para Games 2026. Hanya empat hari setelah tiba di Indonesia, bonus diserahkan langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (29/10/2026) sore.
Kontingen Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang yang berlangsung di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang, 18-24 Oktober 2026. Dari 103 atlet yang dikirim, Indonesia membawa pulang 15 medali emas, 21 perak, dan 37 perunggu.
Raihan tersebut melampaui target awal pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Salah satu atlet penerima bonus adalah perenang para asal Magetan, Maulana Rifky Yavianda. Ia menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan koleksi dua emas dan dua perak.
“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada bapak Presiden (Prabowo Subianto), bapak Menpora (Erick Thohir), bapak CdM (Reda Manthovani) dan bapak Ketua Umum NPC Indonesia (Senny Marbun). Semoga bonus ini bisa bermanfaat buat kami dan adik adik, dan juga membuat kami berkembang prestasinya dikemudian hari,” kata Maulana Rifky Yavianda.
Rifky mengaku senang karena bonus diberikan dalam waktu singkat setelah kepulangan kontingen. Penyerahan apresiasi tersebut dilakukan bersamaan dengan bonus atlet Asian Games 2026.
“Ya tentu senang sekali. Cuma beberapa hari saja dari pak Presiden bisa mencairkan bonusnya. Sangat cepat sekali. Langsung diundang ke Istana Negara dan langsung diberikan bonusnya,” tutur Rifky.
Bonus Cair! Peraih Medali Asian Para Games 2026 Diingatkan Bijak Mengelolanya

Setelah ini, Rifky dan rekan-rekannya akan mempersiapkan diri menghadapi ASEAN Para Games 2027 di Malaysia serta Paralimpiade Los Angeles 2028.
“Ada waktu setahun lagi ke ASEAN Para Games Malaysia. Semoga kami bisa memberikan yang lebih baik lagi dan menambah prestasi kami. Untuk yang Paralimpiade Los Angeles, semoga saya bisa memperbaiki catatan waktu dan jika Allah berkehendak kasih medali ya Alhamdulillah,” ungkap Rifky.
Total bonus apresiasi pemerintah untuk atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026 mencapai Rp158,3 miliar. Rinciannya, Rp61,1 miliar untuk atlet Asian Games dan Rp97,2 miliar bagi peraih medali Asian Para Games.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyebut pemberian bonus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masa depan atlet. Kemenpora juga telah memberikan literasi finansial agar bonus dimanfaatkan secara tepat.
“Ini hal yang luar biasa. Saya rasa stigma-stigma bahwa masa depan atlet suram itu tidak benar. Bapak presiden menyampaikan bahwa ini justru bagian dari membangun karakter bangsa, membuka lapangan pekerjaan, dan bapak presiden menekankan juga akan terus membangun keolahragaan berkelanjutan di sekolah-sekolah. Saya rasa ini pesan yang baik, karena kita tahu anak muda Indonesia adalah masa depan bangsa yang perlu diperkuat untuk kekuatan bangsa di masa yang akan datang,” ucap Erick.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, turut mengingatkan atlet agar mengelola bonus dengan bijak. Menurutnya, bonus tersebut harus menjadi modal untuk kehidupan setelah masa karier sebagai atlet berakhir.
“Manfaatkan bonus ini sebaik mungkin. Jangan dipakai buat foya-foya, wah jangan-jangan, karena inilah modal dasar untuk kehidupan kedepannya,” ucap Reda.
Reda juga mendorong pemerintah daerah ikut mendukung pembinaan dan memberikan apresiasi kepada atlet.
Sementara itu, NPC Indonesia akan berkoordinasi dengan Kemenpora terkait persiapan ASEAN Para Games 2027. Adapun pelatnas menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 dijadwalkan mulai 1 November 2026.
“Untuk pelatnas menuju Paralimpiade Los Angeles akan dimulai 1 November 2026 dan untuk pelatnas ASEAN Para Games masih kita kolaborasikan dengan Kemenpora untuk menentukan kapan mulainya,” ucap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
