iMSPORT.TV – Sejarah baru kembali tercipta bagi Tim Indonesia di Youth Olympic Games 2026 Dakar. Atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu berhasil mempersembahkan medali perak dari nomor Men’s Changquan Combined disiplin taolu (seni), Selasa (3/11), sekaligus mencatatkan namanya sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali perak sepanjang sejarah keikutsertaan Merah Putih di Youth Olympic.
Prestasi ini semakin istimewa karena diraih pada debut wushu sebagai sport programme atau cabang olahraga resmi perebutan medali di Olimpiade. Asael pun menjadi bagian dari sejarah baru perkembangan wushu di panggung olahraga dunia.
Bertanding di Dakar Expo Center, Senegal, Asael tampil impresif dalam dua rangkaian final Changquan dan Gunshu. Atlet berusia 16 tahun tersebut membukukan nilai 9,353 pada Changquan (jurus tangan kosong) dan 9,356 pada Gunshu (jurus tongkat), dengan perolehan total 18,709 poin dan membuatnya berhak atas medali perak.
Emas diamankan wakil China, Lin Yilei, dengan total 18,796 poin. Sementara medali perunggu diraih atlet Iran, Arash Pahali, dengan nilai 18,603.
“Bangga dan senang. Puji Tuhan, saya bisa mempersembahkan medali perak pertama untuk Indonesia di Youth Olympic. Medali ini sangat berarti karena ada proses panjang dan kerja keras. Sejak awal saya sudah yakin pulang membawa medali, dan tadi di final, saya berusaha tampil tenang, tidak gugup, dan menikmati pertandingan,” kata Asael.
Youth Olympic Games 2026 : Wushu Persembahkan Medali Perak Bersejarah
Terima kasih kepada orang tua, pelatih, teman-teman, dan semua yang telah mendukung saya. Pengalaman di Dakar mengajarkan saya untuk lebih percaya diri dan tidak terlalu tegang saat bertanding. Semoga ke depannya wushu bisa dipertandingkan di Olimpiade Musim Panas dan saya bisa tampil di Olimpiade senior.”
Medali Asael menjadi perak pertama Indonesia sejak Youth Olympic Games pertama kali digelar di Singapura pada 2010. Pada tiga edisi sebelumnya, yakni Singapura 2010, Nanjing 2014, dan Buenos Aires 2018, Indonesia mendapatkan medali perunggu.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Dakar 2026, Ita Yuliati bangga atas perjuangan Asael yang berhasil mencatatkan prestasi bersejarah untuk Indonesia.
“Alhamdulillah, satu lagi sejarah tercipta untuk Indonesia. Saya sangat bangga atlet-atlet muda kita. Mereka sangat luar biasa. Sejak awal saya melihat Asael sangat disiplin, berbakat, dan memiliki kegigihan luar biasa. Hari ini, kerja kerasnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan, apalagi medali ini diraih pada momen bersejarah debut wushu di Youth Olimpiade,” ujar Ita.
Sementara itu, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menilai prestasi atlet Indonesia, seperti Asael dan Shasenka menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga nasional, khususnya dalam mempersiapkan generasi atlet masa depan.
“Ini pencapaian bersejarah bagi Indonesia. Untuk kali pertama, Kontingen Indonesia meraih perak dan mendapat medali terbanyak di sepanjang partisipasi Youth Olympic. Asael menunjukkan kalau atlet muda kita memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung dunia, dan pembinaan tidak boleh terputus. Terima kasih juga kepada CdM yang sudah mengawal serta memastikan atlet Tim Indonesia bertanding dengan nyaman di Dakar,” ujar Okto.
Tim Indonesia menempati ranking 29 di klasemen sementara, diatas negara-negara besar seperti Portugal, Italy, Belgia, hingga Israel.

Indonesia masih melanjutkan perjuangan melalui perenang Michelle Surjadi Fang yang akan turun di nomor 50m gaya kupu-kupu putri dan Reynard Delian Purwanto (gaya 200m gaya ganti perorangan putra) dan atlet skateboard Zaidhar Maulana Ibrahim di nomor street putra.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
