iMSPORT.TV – Isu keamanan di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan menjelang penyelenggaraan MotoGP dan Formula 1 di Qatar. Sejumlah hotel yang disebut menjadi tempat menginap tim-tim dari kedua ajang balap tersebut dikabarkan masuk dalam daftar kemungkinan target serangan balasan Iran.
Informasi itu diberitakan Grand Premio dengan mengacu pada laporan GP Blog. Sebelumnya, kantor berita Iran, Fars, memuat sejumlah lokasi yang disebut berpotensi menjadi sasaran apabila Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan.
Lokasi hotel yang dikaitkan dengan tim MotoGP dan Formula 1 tersebut tercantum dalam sebuah dokumen berisi kemungkinan langkah balasan Iran. Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan pembalap, kru, dan seluruh personel yang berada di kawasan tersebut.
Qatar sendiri menjadi tuan rumah dua ajang balap elite dunia itu pada jadwal berbeda. MotoGP Qatar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November di Sirkuit Lusail, sementara Formula 1 Qatar Grand Prix akan digelar pada 29 November mendatang.
Hotel Tim F1 dan MotoGP Masuk Target Serangan Balasan Iran
Di tengah munculnya isu keamanan tersebut, rencana penyelenggaraan kedua balapan disebut masih berjalan sesuai agenda. Pihak MotoGP juga dikabarkan tetap berpegang pada rencana menggelar seri Qatar.
Namun, Yamaha telah mengambil keputusan berbeda. Pabrikan asal Jepang itu memastikan tidak akan berpartisipasi dalam MotoGP Qatar 2026 menyusul situasi yang berkembang di Timur Tengah.
Keputusan tersebut berlaku untuk dua tim di bawah naungan Yamaha, yakni Monster Energy Yamaha MotoGP Team dan Prima Pramac Yamaha. Keduanya akan melewatkan seri ke-20 musim ini dan mengalihkan fokus ke balapan berikutnya di Portugal.
Dampaknya, empat pembalap Yamaha dipastikan tidak tampil di Qatar. Mereka adalah Fabio Quartararo, Alex Rins, Jack Miller, dan Augusto Fernandez.
Sebelumnya, Yamaha telah meminta pihak MotoGP untuk mempertimbangkan pembatalan Grand Prix Qatar pada Minggu (1/11) siang. Akan tetapi, permintaan tersebut tidak membuahkan hasil.
Yamaha kemudian memilih menarik seluruh pembalap dan timnya dari seri tersebut. Keputusan itu membuat MotoGP Qatar tetap menjadi sorotan, bukan hanya karena persaingan di lintasan, tetapi juga persoalan keamanan di luar arena balap.
Source : CNN Indonesia
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
