iMSPORT.TV – Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika, Kanada, dan Meksiko, makin mencapai tensi tertingginya. Di balik gemerlap gol dan atmosfer stadion, sebuah narasi usang yang berembus kencang kembali mencuat ke permukaan, tuduhan bahwa FIFA secara sistematis memproteksi, memprioritaskan, dan menginginkan Argentina, bersama sang megabintang Lionel Messi, untuk kembali mengangkat trofi emas.
Benarkah Argentina dan Lionel Messi anak kesayangan FIFA?
Bagi sebagian pihak, jalannya turnamen kali ini memang dirasa terlalu janggal untuk disebut sebagai sebuah kebetulan. Hingga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Argentina seakan tidak menemukan tantangan berat.
Saat melewati Tanjung Verde di babak 32 besar, skuad asuhan Lionel Scaloni bertemu Mesir di babak 16 besar. Lolos lawan di perempat final, sudah diprediksi “hanya” berkisar antara Swiss dan Kolombia. Dengan peta kekuatan tersebut, Argentina diunggulkan mutlak untuk melenggang ke semifinal dengan mulus.
Di luar keuntungan bagan pertandingan, beberapa dugaan bias wasit di lapangan sepanjang turnamen ini juga terus dikumpulkan oleh netizen sebagai “bukti” yang salah satunya Adalah, saat bertemu Tanjung Verde.
Wasit disinyalir memberikan proteksi khusus untuk pemain-pemain Argentina. Tekel-tekel keras yang dilakukan Albiceleste dihiraukan oleh pengadil di lapangan.
“Setelah menyaksikan pertandingan melawan Tanjung Verde, saya tidak bisa lagi percaya bahwa ini hanya kebetulan,” ujar striker legendaris Swedia, Zlatan Ibrahimović, dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Ibrahimović, yang dikenal tanpa basa-basi, langsung menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilainya sangat berat sebelah saat Albiceleste mengalahkan Tanjung Verde dengan skor ketat 3-2.
“Wasit seakan memberikan 9 dari 10 keputusan krusial demi keuntungan Argentina. Ada beberapa pelanggaran terhadap pemain Tanjung Verde yang diabaikan begitu saja. Dia membiarkan Messi mengambil tendangan bebas cepat sebelum pagar betis siap, tanpa ada teguran,” lanjutnya dengan nada gusar.
Mantan pemain AC Milan dan Barcelona itu bahkan melontarkan kalimat menohok yang mempertanyakan integritas turnamen. “Ketika Anda melihat ini semua, muncul pertanyaan besar apakah Argentina diperlakukan berbeda dari negara lain.
Jika Anda harus memenangkan Piala Dunia di tengah kontroversi setiap saat, tidak ada yang bisa dibanggakan. Karena turnamen ini terasa dipermudah untuk Anda, tidak dimenangkan dengan kerja keras, melainkan dibeli.”
Usai dengan Tanjung Verde, giliran pertandingan penuh drama, saat Argentina menyigkirkan Mesir, skor 3-2, di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.
Kemenangan dramatis Albiceleste tak lepas dari sejumlah keputusan kontroversial wasit Francois Letexier yang memicu perdebatan.
Deretan Kontroversi Argentina Vs Mesir: Gol Mesir Dianulir VAR hingga Penalti Mohamed Salah Diabaikan.
Argentina Anak Kesayangan FIFA pada Piala Dunia, Benarkah?
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi mengajukan protes keras dan menuntut investigasi menyeluruh kepada FIFA, terkait keputusan wasit yang memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Mesir bahkan secara resmi meminta FIFA mendepak Letexier dan seluruh kru wasit Prancis tersebut dari sisa kompetisi Piala Dunia 2026. Dalam pandangan Mesir, Letexier memainkan peran yang sangat krusial dalam memuluskan langkah Argentina ke babak perempat final.
Presiden EFA, Hany Abo Rida menuntut agar seluruh kru wasit tersebut dilarang memimpin laga sisa setelah investigasi membuktikan adanya tindakan yang ia sebut sebagai “kriminalitas diskriminasi” terhadap tim nasional Mesir.
Tindakan rasial dan diskriminatif itulah yang dituding menjadi penyebab utama Mesir kehilangan keunggulan dan tersingkir dari turnamen.
Menanggapi badai spekulasi dan tudingan miring yang mengarah pada anak asuhnya, pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, memilih memberikan jawaban yang dingin namun menohok menjelang laga krusial timnya.
Scaloni meminta publik dan media untuk tidak membesar-besarkan teori konspirasi yang tidak berdasar tersebut.
“Anda tidak seharusnya memberikan perhatian atau kepentingan apa pun pada hal seperti itu,” ujar Scaloni dengan raut wajah datar.
“Hari-hari ini, siapa pun bisa mengunggah sesuatu di media sosial yang mungkin sama sekali tidak memiliki dasar factual, dan tiba-tiba hal itu membesar menjadi sesuatu yang masif. Kami tidak ingin menjadi gema dari rumor kosong,” sambungnya.
Bagi Scaloni, performa impresif timnya adalah buah kerja keras di lapangan, bukan bantuan eksternal. Apalagi, Lionel Messi saat ini sedang dalam performa puncak dengan memimpin daftar top skor sementara lewat torehan 7 gol edisi kali ini, mempertajam rekornya menjadi 19 gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
Meskipun tak ada bukti konkret mengenai adanya keterlibatan institusional FIFA untuk memenangkan Argentina, narasi ini dipastikan akan terus membayangi setiap langkah kaki Lionel Messi dkk.
Apakah rute ini merupakan takdir alamiah dari sebuah tim terbaik dunia, ataukah sebuah skenario yang dipermudah?
Lapangan hijau di babak-babak berikutnya yang akan memberikan jawaban akhir.
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Jumat (10/7)
03.00 WIB : Prancis vs Maroko
Sabtu (11/7)
02.00 WIB : Spanyol vs Belgia
Minggu (12/7)
04.00 WIB : Norwegia vs Inggris
08.00 WIB : Argentina vs Swiss
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
