iMSPORT.TV — Panitia Penyelenggara Asian Games ke-20 (AINAGOC) telah resmi memperkenalkan identitas visual yang akan menyemarakkan ajang multievent olahraga terbesar di Asia, yakni maskot bernama Honohon. Karakter ikonis ini hadir dengan memadukan unsur tradisional Shachihoko yang menjadi simbol kebanggaan Aichi-Nagoya, dengan gambaran kobaran api semangat di dalam dada para atlet.
Desain maskot ini sejatinya telah dipilih oleh Dewan Eksekutif AINAGOC pada 11 Juni 2024 lalu dari tiga kandidat yang masuk daftar pendek. Nama Honohon kemudian diperkenalkan secara resmi dalam penampilan perdana karakter tersebut di KITTE Nagoya.
Di balik bentuknya yang ceria dan penuh warna, Honohon mengemban misi mulia untuk menyatukan masyarakat melalui olahraga. Ia hadir untuk membawa pesan persatuan tanpa memandang ras maupun budaya, selaras dengan semboyan resmi Asian Games 2026: “Imagine One Asia”.
Asal-usul Nama dan Nyala Api Semangat Asian Games 2026
Mengutip keterangan AINAGOC melalui Dewan Olimpiade Asia (OCA), nama Honohon diadaptasi dari kosa kata Jepang kuno “honoho” yang memiliki arti nyala api. Makna filosofis ini berkaitan erat dengan postur Honohon yang berdiri tegak dan bersinar terang.
Pemilihan nama ini sekaligus memperkuat konsep “api” yang menjadi fondasi identitasnya. Honohon diibaratkan lahir langsung dari semangat dan gairah membara di hati para atlet penjuru Asia yang kini tengah berkumpul dan bertanding di Aichi-Nagoya.

Inspirasi Desain: Riasan Kabuki hingga Simbol Shachihoko
Desain Honohon sarat akan elemen sejarah dan budaya lokal Jepang. Salah satu ciri fisiknya yang paling mencolok adalah sepasang mata besar dengan lingkaran merah di sekelilingnya. AINAGOC menyebutkan, mata besar tersebut terinspirasi dari tatapan tajam dan fokus penuh para atlet saat sedang bertanding.
Sementara itu, lingkaran merah di sekitar matanya mengambil inspirasi dari Kumadori, yakni riasan khusus dalam seni pertunjukan Kabuki. Warna merah ini melambangkan keadilan dan gairah, merepresentasikan perjuangan atlet untuk mencapai performa puncaknya.
Karakteristik ini juga bertalian erat dengan sejarah Aichi-Nagoya yang dahulu dikenal sebagai tempat berkembangnya Kabukimono (kelompok samurai eksentrik) sejak periode Sengoku hingga periode Edo. Pengaruh mereka dalam seni liberal dan bela diri diyakini menjadi salah satu landasan perkembangan industri serta teknologi modern di kawasan tersebut.
Untuk menyempurnakan identitas lokalnya, bentuk tubuh Honohon mengambil siluet dari Shachihoko (Ikan Harimau), makhluk mitologi yang telah lama menjadi simbol ikonik wilayah Aichi-Nagoya.
Ujung Tombak Komunikasi Visual
Kini, Honohon telah berevolusi menjadi lebih dari sekadar karakter pajangan. Maskot ini diplot sebagai ujung tombak promosi dan komunikasi visual Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Peran penting Honohon diperluas melalui penggunaannya di dalam 59 piktogram olahraga resmi. Menggemaskan sekaligus fungsional, karakter Honohon diaplikasikan untuk merepresentasikan 43 cabang olahraga dan 71 disiplin yang dipertandingkan, menjadikannya jembatan komunikasi yang ramah dan mudah dipahami oleh seluruh peserta lintas negara.
(adm/dfd)
Berita Lainnya:
