iMSPORT.TV – Kabar duka datang dari dunia olahraga Indonesia. Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto, mantan Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), meninggal dunia pada Kamis (18/6/2026).
Penyakit kanker menjadi alasan kepergian mantan staf Kepala Angkatan Laut.
Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai salah satu sosok yang memiliki kontribusi besar dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang internasional.
Semasa aktif, sempat menjadi Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) sejak 2007 hingga 2026. Kemudian ia dipercaya menjadi President Asian Rowing Federation pada 2012-2014, berikutnya menjabat sebagai Senior Vice President Asian Rowing Federation sejak 2014.
Waketum IV PODSI Budiman Setiawan memuji kepemimpinan Achmad Sutjipto.
“Maju sekali, SEA Games selalu bawa pulang medali emas dan hampir selalu juara umum. Pada Asian Games 2010, meraih 3 medali emas,” terangnya.
Di luar dayung, almarhum menjabat sebagai Ketua Program Atlet Andalan Kemenpora pada 2008-2010, Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) pada 2015-2017, hingga Anggota Dewan Pengarah Asian Gamees 2028.
Dunia Olahraga Berduka, Mantan Ketua Satlak Prima Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Atas meninggalnya Achmad Sutjipto, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan duka cita mendalam.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Laksanama TNI Purn Achmad Sutjipto. Semoga almarhum diterima di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” katanya
Achmad Sutjipto merupakan salah satu figur penting dalam perjalanan olahraga prestasi Indonesia. Perannya di Satlak Prima menjadi bagian dari fondasi pembinaan atlet elite nasional sebelum sistem pembinaan olahraga berkembang seperti saat ini.
Warisan terbesar yang ditinggalkannya bukan hanya berupa prestasi yang diraih atlet Indonesia, tetapi juga semangat untuk membangun sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Ke depan, kontribusi para tokoh seperti Achmad Sutjipto dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mengembangkan olahraga Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat internasional.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
