iMSPORT.TV – Kebangkitan Lewis Hamilton di F1 2026, disambut gembira oleh penggemar ajang balapan tersebut. Tapi, hal ini justru bisa berdampak buruk bagi karier Ollie Bearman.
Ollie Bearman mengakui bahwa, kebangkitan Lewis Hamilton di Formula 1 saat ini “tidak ideal” bagi harapannya untuk menjadi pembalap Ferrari.
Pembalap Inggris berusia 21 tahun itu merupakan bagian dari akademi pembalap Ferrari yang saat ini dipinjamkan ke tim Haas; performa gemilangnya di sana, memunculkan anggapan bahwa ia bisa saja dipromosikan ke tim utama Scuderia.
Hamilton menjalani musim debut yang buruk bersama Ferrari di F1 2025. Untuk pertama kali sejak promosi pada 2007, pria asal Inggris itu gagal meraih podium dan kemenangan dalam satu musim.
Kisah berbeda terjadi di F1 2026. Hamilton berulang kali bisa bersaing di baris depan.Di musim ini, ia sudah mencatatkan satu kemenangan dan lima kali naik podium.
Bahkan, Hamilton tengah menempati posisi dua di klasemen F1 2026, dengan 169 poin. Kebangkitan tersebut menuai pujian dan decak kagum dari penggemar, tak terkecuali sesama pembalap.
Kebangkitan Lewis Hamilton di F1 2026 “Tak Ideal” untuk Karier Bearman
Salah satunya, Bearman senang melihat Hamilton kembali ke performa terbaiknya tahun ini, meskipun hal ini berarti ia harus menunggu lebih lama untuk promosi ke Scuderia.
“Sebagai penggemar F1 dan juga Lewis, sangat keren melihatnya tampil di level tertinggi. Melihatnya berdiri di podium tertinggi di Barcelona (F1 GP Barcelona 2026), sangat keren,” puji Bearman, dikutip dari Crash, Rabu (19/8/2026).
Sebenanrnya, kebangkitan ini justru berbahaya buat karier Bearman. Sebab, ketika Hamilton melempem musim lalu, muncul rumor posisinya akan digantikan sang junior yang notabene jebolan Ferrari Racing Academy.
Bearman, awalnya melakukan debut F1 bersama Ferrari di Grand Prix Arab Saudi 2024 sebagai pengganti dadakan bagi Carlos Sainz, yang absen akibat radang usus buntu.
Meskipun kesepakatan peminjamannya dengan Haas tampaknya akan berlanjut hingga tahun 2027, ia tetap bertekad untuk mewujudkan ambisi utamanya, untuk naik ke tim utama Ferrari.
“Target saya suatu hari nanti, tetap ingin menjadi pembalap Ferrari,” jelasnya.
“Tentu saja, saya tidak ingin hanya berdiam diri selama tiga, empat, atau lima tahun menunggu kursi kosong, karena tidak ada jaminan apa pun. Anda bisa saja membuang-buang masa-masa terbaik dalam karier Anda.”
“Tujuan utama saya mungkin terdengar agak egois, dan itu tidak masalah, karena itulah alasan saya berada di sini: saya ingin bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Jadi, jika saya mendapatkan kesempatan itu – di mana pun itu – saya pasti akan mengambilnya.”
Bearman mengakui situasi ini tidak ideal buat kariernya. Namun, mengingat usianya baru 21 tahun, ia memilih untuk bersabar, termasuk percaya pada langkah Ferrari menitipkannya di Haas F1 Team.
“Tentu saja, dalam kaitannya dengan masa depan saya, itu tidak ideal. Tapi, saya masih muda, masih 21 tahun. Saya tidak sedang terburu-buru,” ujarnya lagii…
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
