iMSPORT.TV – Setelah absen selama 9 tahun, sirkuit Sepang, Malaysia, akan kembali menjadi tuan rumah Formula 1 pada 2026. Trek legendaris itu didaulat sebagai pengganti Sirkuit Internasional Bahrain.
Sejatinya, Sirkuit Sepang tidak masuk daftar salah satu seri balapan F1 2026. Namun, trek legendaris Malaysia tersebut didaulat menjadi pengganti Sirkuit Internasional Bahrain
Lewat pengumuman di situs resmi F1, Malaysia ditetapkan sebagai sirkuit untuk GP Bahrain yang digelar 4 Oktober mendatang, terselip di antara dua balapan jalan raya, GP Azerbaijan (26 September) dan GP Singapura (11 Oktober).
Dengan kembalinya GP Bahrain, ada 23 balapan yang harus dijalani pebalap musim ini, dengan 11 di antaranya sudah tuntas. Seri lain yang belum digelar juga tak mengalami perubahan jadwal.
GP Bahrain awalnya dijadwalkan pada 12 April lalu, namun dibatalkan karena alasan keamanan menyusul perang antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel. GP Arab Saudi yang hendak digelar sepekan berselang pun turut menjadi korban
Pemerintah Bahrain dipastikan menanggung sebagian besar beban finansial untuk menggelar ajang Formula One (F1) GP Bahrain 2026 di Sirkuit Internasional Sepang (SIC) pada 2-4 Oktober 2026.
Malaysia jadi tuan rumah Formula 1 GP 2026, gantikan Bahrain
Kepala Eksekutif SIC, Azhan Shafriman Hanif, mengonfirmasi bahwa biaya lisensi acara yang harus dibayarkan kepada pihak F1, sepenuhnya akan ditanggung oleh Bahrain. Sedang, pengeluaran operasional lainnya, tetap dibagi bersama dengan pihak Malaysia.
Nilai hak penyelenggaraan fantastis tersebut diperkirakan berada di kisaran US$70 juta, atau setara dengan Rp1,12 triliun hingga US$80 juta (bernilai sekira Rp1,28 triliun).
Anggaran sekunder untuk persiapan lintasan serta kebutuhan panitia lokal, diperkirakan memakan biaya sekira RM40 juta (Rp176 miliar).
Shafriman menjelaskan bahwa, pembagian dana tersebut wajib dilakukan guna memenuhi berbagai standar serta spesifikasi ketat dalam menyelenggarakan balapan mobil bergengsi ini.
Meski demikian, pengerjaan infrastruktur dapat ditekan seminimal mungkin, berkat konsistensi perawatan sirkuit, yang selalu memenuhi standar Grade 1 FIA selama bertahun-tahun.
“Mengenai biaya (hak siar) penyelenggaraan, saya dapat mengonfirmasi bahwa, itu dibayar oleh Bahrain,” kata Shafriman dalam konferensi pers, dikutip dari New Straits Times, Selasa (28/7/2026).
Dari segi kelayakan lintasan, para pejabat F1 dilaporkan telah mendatangi lokasi dan memberikan persetujuan awal terhadap kondisi sirkuit. Sementara, proses peninjauan resmi lanjutan dari pihak Federasi Automobil Internasional (FIA) dijadwalkan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
Pihak pengelola memastikan lintasan balap tidak memerlukan proses pelapisan ulang total secara keseluruhan. Perbaikan yang perlu dilakukan tergolong sangat minor dan hanya berfokus pada pembenahan sejumlah area run-off demi faktor keselamatan.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
