Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rahasia Barce/Leli Rebut Emas Asian Para Games 2026

iMSPORT.TV –  Barce Layaba/Leli Marlina sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Asian Para Games 2026. Kepercayaan diri dan mentalitas bertanding tanpa rasa takut menjadi kunci keberhasilan mereka mengalahkan sejumlah pasangan unggulan.

Pasangan para tenis meja Indonesia itu meraih emas nomor ganda campuran kelas TT10, meski awalnya tidak diunggulkan. Hasil tersebut sekaligus melampaui target awal tim yang hanya membidik empat medali perunggu.

Barce mengungkapkan, kemenangan atas Thailand di perempat final menjadi titik balik perjalanan mereka. Sebelumnya, mereka sempat kalah dari wakil Thailand pada ASEAN Para Games 2025.

“Bertemu wakil Thailand di babak 8 besar itu serasa final bagi kita. Kita kalah saat bertemu di ASEAN Para Games 2025 kemarin. (Kekalahan) itu menjadi beban untuk kita. Makanya pas pertandingan seperti grogi banget. Saat di grup kita juga ketemu yang pasangan nomor satunya. Nomor keduanya ketemu di babak 8 besar,” kata Barce Layaba saat ditemui di Sky Hall Toyota, Jumat (23/10/2026).

Namun, Barce/Leli mampu membalas kekalahan tersebut. Mereka menang 3-0 atas Panwas Sringam/Norakhan Chanpaka di fase grup, kemudian mengalahkan Wassana Sringam/Wanchai Chaiwut dengan skor 3-1 di perempat final.

Rahasia Barce/Leli Rebut Emas Asian Para Games 2026

Keberhasilan melewati dua pasangan Thailand membuat kepercayaan diri mereka meningkat. Modal tersebut kemudian membantu Barce/Leli menghadapi wakil China, Bian Zhang/Zhengyang Peng, di semifinal.

“Setelah Thailand lewat, kita jadi lebih percaya diri untuk, ‘Oke, Leli, kita sudah melewati mereka nih, ayo. Berikutnya kita lawan China. Mereka ini sudah pasti sudah pikir mereka tuh di atas angin. Oke, kita main lebih lepas lagi, kita main enggak ada beban, kita main lepas aja’. Dan Puji Tuhan kita bisa melewati itu,” ungkap Barce.

Memasuki final, mereka juga merasa lebih tenang saat berhadapan dengan pasangan Korea Selatan. Leli mengatakan, pengalaman menghadapi lawan dari negara tersebut dalam kejuaraan dunia turut meningkatkan keyakinan mereka.

“Pas ketemu Korea itu kita enggak terlalu grogi sebenarnya. Untuk grogi tidak ada, karena kita sudah beberapa kali ketemu Korea . Kita beberapa kali ketemu Korea itu ada sekitar tiga ya, tiga kali itu dengan pasangan yang berbeda-beda,” ucap Leli.

“Dan Puji Tuhannya kita menang semua lawan mereka. Jadi sudah ada kepercayaan diri dari kita duluan,” tambah Barce.

Keberhasilan Barce/Leli memiliki makna khusus bagi tim para tenis meja Indonesia. Medali emas ini menjadi yang pertama sejak Asian Para Games 2018, ketika mendiang David Jacobs masih menjadi bagian dari perjuangan Indonesia.

Leli menegaskan, pencapaian tersebut mereka persembahkan untuk David Jacobs, yang meninggal dunia pada 2023.

“Yang pertama, medali emas ini untuk David Jacobs Almarhum, akhirnya kita bisa dapat medali emas setelah ditinggalkan beliau,” kata Leli Marlina.

Barce juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan mereka hingga meraih hasil tersebut.

“Dan tentunya kita persembahkan untuk Indonesia. Persembahkan untuk orang-orang yang selalu support kita, pelatih yang selalu sabar untuk membimbing kita, membawa kita sampai di titik ini. Terima kasih banyak keluarga, semua, tentunya kami tidak menyangka bisa mendapatkan hasil yang luar biasa ini,” imbuh Barce.

Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba, turut menilai emas tersebut sangat berarti bagi tim setelah kepergian David Jacobs.

“Raihan emas ini sangat berarti sekali bagi tim para tenis meja ini. Karena, sepeninggal kak David Jacobs, legend kita di tenis meja baik difabel maupun non difabel, baru kali ini kita bisa mendapatkan emas di Asian Para Games. Sebelum ini kita hanya mendapatkan 4 perunggu, dan di sini Alhamdulillah kita bisa,” ucap Bayu Widhie.

Selain emas Barce/Leli, Indonesia juga mendapat kejutan dari Osrita Muslim. Atlet berusia 59 tahun itu menyumbangkan dua medali perunggu dari nomor ganda putri TT10 bersama Leli Marlina dan ganda campuran TT7 bersama Yayang Gunaya.

“Bu Os ini kejutan, karena juga Bu Os sebenarnya enggak kita target, karena mengingat kompetitornya (ganda TT7 dan TT10) juga berat-berat. Yang penting main nothing to lose saja, enggak usah beban. Alhamdulillah malah hasilnya beliau menyumbangkan dua perunggu untuk tim para tenis meja ini,” ujar Bayu.

Secara keseluruhan, tim para tenis meja Indonesia mengoleksi satu medali emas dan enam perunggu. Medali perunggu lainnya diraih Barce Layaba di tunggal putra TT4-5, Komet Akbar di tunggal putra TT10, Hamida di tunggal putri TT8, serta Adyos Astan/Yayang Gunaya di ganda putra TT8.

Analisis: Keberhasilan Barce/Leli menunjukkan bahwa kesiapan teknis perlu ditunjang mentalitas yang kuat. Kemenangan atas Thailand menjadi momentum penting untuk menghilangkan keraguan sebelum menghadapi China dan Korea Selatan. Lebih dari sekadar prestasi, emas ini juga menjadi penghormatan bagi David Jacobs sekaligus penanda kebangkitan para tenis meja Indonesia di Asian Para Games.

NPC Indonesia

(amr/adm)

Berita Olahraga Lainnya :