Wynne Prakusya mewakili wajah Indonesia dalam dunia tenis putri pada 1990-an hingga 2000-an dan pernah mendapat tawaran dari beberapa negara, pindah jadi warganegara. Setelah berhenti, Wynne sempat punya kehidupan lain sebagai mahasiswa dan tidak memikirkan tenis sama sekali, juga sempat kerja di kantoran. ”Lama-lama saya bosan, akhirnya mulai terjun sebagai pelatih. Akhirnya, saya merasa hidup lagi dan hidup jadi berguna.” Akhirnya, setelah enam tahun full time jadi pelatih, Wynne mendirikan West Tennis Academy yang menghadirkan ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkembang, belajar, dan berani bermimpi lebih besar. Setiap pukulan, setiap latihan, dan setiap langkah di lapangan adalah bagian dari perjalanan menuju versi terbaik mereka. Karena seorang juara tidak lahir dalam semalam. Mereka dibentuk oleh dedikasi, kerja keras, dan seorang mentor yang percaya pada mereka sejak awal
