Liem Swie King, Maestro Teknik Jumping Smash

Liem Swie King, Maestro Teknik Jumping Smash - iMSPORT.TV

iMSPORT.TV – Liem Swie King pewaris kejayaan Rudy Hartono di Kejuaraan All England, puluhan kali menyumbang medali emas Asian Games dan 6 kali membela Indonesia di Piala Thomas, tiga di antaranya jadi juara.

Julukan ‘King Smash’ muncul lantaran gaya mainnya yang cepat, berani, dan memiliki smash dahsyat oleh para pecinta bulutangkis Indonesia (1973). Berkat prestasinya, King dipanggil ke pelatnas pada akhir 1973.

Jumping smash King begitu ikonik, bahkan diakui sebagai pukulan paling agresif di bulu tangkis. King akan melakukan lompatan vertikal lalu memukul shuttlecock dengan smash-nya yang penuh tenaga.

Peluang selalu ada, jangan pernah menyerah dalam pertandingan,” King Smash.

Liem Swie King, Maestro Teknik Jumping Smash

Pemain kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956, King mulai dikenal usai menantang Rudy Hartono di final All England (1976) dalam usia 20 tahun. Kiprahnya selama 15 tahun berhasil dicetaknya dengan catatan prestasi gemilang.

Prestasi Liem Swie King :

Tunggal internasional

  • Juara All England 1978, 1979, 1981
  • Juara Denmark Open 1977
  • Juara Swedia Open 1977
  • Juara SEA Games 1977, 1981
  • Juara Piala Dunia 1979, 1982
  • Juara Asian Games 1978 Bangkok
  • Juara Indonesia Open 1983
  • Juara Malaysia Open 1983

Ganda internasional

  • Juara Piala Dunia 1984, 1985 (bersama Kartono Hariamanto), 1986 (bersama Bobby Ertanto)
  • Juara Indonesia Open 1985, 1986 (bersama Kartono Hariamanto), 1987 (bersama Bobby Ertanto)
  • Juara Asia 1987 (bersama Bobby Ertanto)
  • Juara SEA Games 1987 (bersama Eddy Hartono)
  • Juara Japan Open 1987 (bersama Eddy Hartono)
  • Juara Taiwan Open 1987 (bersama Eddy Hartono)

Beregu internasional

  • Juara Piala Thomas 1976, 1979, 1984
  • Juara SEA Games 1977, 1979, 1983, 1985, 1987
  • Juara Asian Games 1978

Selain sebagai atlet bulutangkis, Liem Swie King juga tercatat pernah membintangi sebuah film berjudul ‘Sakura Dalam Pelukan’, dan pada 2009, kisahnya diadaptasi dalam sebuah film berjudul ‘King’, disutradarai oleh Ari Sihasale.

Pada 2002, Badminton World Federation (BWF) nama Liem Swie King masuk dalam Badminton Hall Of Fame. Kini, King sibuk mengurus beberapa bisnis miliknya. (amr)

Baca :