Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

John Herdman Memilih Indonesia Karena Panggilan Hati

iMSPORT.TV – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mengumumkan John Herdman sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia pada Sabtu (3/1). Namun, di balik gelar bergengsi dan rekam jejak historisnya, PSSI ingin memperkenalkan Herdman bukan hanya sebagai ahli taktik, melainkan seorang manusia dengan kisah hidup yang menginspirasi dan memilih Indonesia sebagai babak baru dalam perjalanan batinnya.

Cerita John Herdman adalah kisah tentang “overachievement” yang sesungguhnya, berakar dari masa kecilnya di Consett, timur laut Inggris. Ia bukan lahir dari kemewahan, melainkan dari lingkungan pekerja keras, di mana kakek dan ayahnya bekerja di pabrik baja. Perjalanan hidupnya diwarnai tantangan, yang ia sendiri gambarkan sebagai fondasi dari filosofi kepelatihannya, yakni membangun ketahanan, kepercayaan, dan persaudaraan.

Herdman memulai karier kepelatihannya dari nol, mengajar paruh waktu sambil melatih tim-tim muda. Ia meninggalkan tanah kelahirannya menuju Selandia Baru pada tahun 2001, membawa serta istrinya, Clare, kekasih masa kecilnya yang telah mendampinginya sejak usia 16 tahun.

Dukungan keluarga—termasuk kedua anaknya, Lilly dan Jay—adalah jangkar yang memungkinkannya menjadi satu-satunya pelatih dalam sejarah yang memimpin tim nasional pria dan wanita ke Piala Dunia FIFA.

Penunjukan Herdman ke Indonesia merupakan sebuah keputusan yang sangat personal. PSSI memahami, di tengah banyaknya tawaran dari negara-negara lain, termasuk dari zona CONCACAF, Herdman memilih tantangan di Asia Tenggara.

Pilihan ini menunjukkan, John Herdman mencari lebih dari sekadar kesuksesan di atas lapangan; ia mencari proyek yang memiliki dampak sosial dan budaya yang mendalam. Dia melihat Garuda sebagai kanvas untuk menciptakan warisan, sama seperti yang ia lakukan di Kanada.

John Herdman datang ke Indonesia dengan rasa hormat yang mendalam terhadap budaya sepak bola lokal.

John Herdman dikenal sebagai arsitek yang mampu menyelaraskan program pengembangan bakat regional dan nasional, menciptakan konsep “One Team” dari akar rumput hingga tim senior. Pendekatan ini sangat relevan bagi Indonesia, yang memiliki keragaman budaya dan talenta yang melimpah.

John Herdman Memilih Indonesia Karena Panggilan Hati

Filosofinya adalah membangun ‘Brotherhood’ yang kuat, di mana setiap pemain, dari yang naturalisasi hingga yang lokal, merasa aman, dihargai, dan memiliki tujuan yang sama. Tentu hal ini akan menciptakan identitas Garuda yang baru, tangguh secara taktik dan tidak terkalahkan dalam semangat.

Dalam sebuah wawancara dengan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji, Herdman mengatakan hanya akan membawa sekitar 2-3 orang, selebihnya akan dipercayakan asisten lokal dari Indonesia.

Jawaban tersebut dinilai Sumardji sebagai nilai tambah untuk Herdman.

Kami sempat tanya, pertanyaannya sederhana, ketika nanti dipilih, apakah akan membawa gerbong, orang-orangmu?” ungkapnya.

Kami sempat tanya, pertanyaannya sederhana, ketika nanti dipilih, apakah akan membawa gerbong, orang-orangmu?” ungkapnya.

“Dia bilang paling banyak akan bawa 2-3 orang, selebihnya akan percayakan asisten-asisten lokal dari Indonesia,” sambung Sumardji.

“Itu suatu kebanggaan buat kami semua. Jadi hal-hal mendasar itu yang membuat kami sepakat memilih John,” tambahnya.

Selain itu, faktor lain yang membuatnya (Herdman) menyisihkan kandidat lainnya adalah komitmen domisili.

PSSI diketahui menetapkan syarat mutlak bahwa pelatih Timnas Indonesia harus menetap di Indonesia, bukan mengendalikan tim dari jarak jauh.

Untuk itu, PSSI mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para netizen dan suporter setia Skuad Garuda, untuk menyambut John Herdman dan keluarganya. Mari kita dukung perjalanan transformatif ini, yang bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang kisah inspiratif seorang pria yang memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk mewujudkan mimpi besar bangsa Indonesia.

(amr/adm)

Berita Olahraga Lainnya :