Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Prestasi Sudah Tuntas, Bonus Masih Menunggu

iMSPORT.TV – ASEAN Para Games 2025 telah ditutup dengan hasil membanggakan bagi Indonesia. Kontingen Merah Putih sukses mengoleksi 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu, sekaligus mengamankan peringkat kedua klasemen akhir. Namun, di balik torehan prestasi tersebut, satu hal masih belum menemui kejelasan: bonus atlet.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengungkapkan bahwa pencairan bonus masih menunggu kebijakan dan arahan dari pemerintah pusat.

Kontingen Indonesia – Dok Kemenpora

Target Terlampaui, Bukan Sekadar Lolos
Jika merujuk target awal Kemenpora, Indonesia sejatinya hanya dibebani misi menembus tiga besar dengan raihan 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.

Faktanya, para atlet justru tampil jauh melampaui angka tersebut.
Capaian ini semakin terasa spesial mengingat beberapa nomor tidak dipertandingkan pada ajang yang berlangsung di Thailand. Artinya, prestasi ini bukan hasil “keberuntungan teknis”, melainkan buah dari konsistensi dan kedalaman kekuatan tim.

Prestasi Sudah Tuntas, Bonus Masih Menunggu

NPC Indonesia

Lumbung Medali Tetap Konsisten
Para atletik kembali menjadi tulang punggung perolehan medali dengan sumbangan terbesar. Diikuti para renang yang stabil menjaga produktivitas, serta para bulutangkis yang tetap menjadi andalan Indonesia di ajang multievent. Sorotan juga layak diarahkan ke para judo, yang tampil nyaris sempurna dengan menyapu seluruh nomor yang diikuti. Sebuah bukti bahwa kualitas tidak hanya soal jumlah, tetapi juga efisiensi.

Atlet putra para judo Indonesia, Rafli Ahnaf Shidqi berhasil meraih emas pada laga final para judo nomor Under 70 kg Putra – foto:Andre/kemenpora.go.id

Apresiasi Jadi Babak Berikutnya
Prestasi sudah tercatat rapi di papan klasemen. Target bukan hanya tercapai, tapi juga terlampaui. Kini, perhatian publik beralih pada satu hal sederhana: apresiasi yang sepadan. Bonus memang soal kebijakan. Namun bagi para atlet, itu adalah bentuk pengakuan atas kerja keras yang sudah mereka tunaikan di arena. Pertanyaannya kini bukan lagi soal hasil, melainkan kapan penghargaan itu benar-benar menyusul prestasi.

(Agi/Amr)

Berita Olahraga Lainnya :