Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Identitas Futsal Indonesia di Era Hector Souto

iMSPORT.TV – Kemenangan telak Timnas Futsal Indonesia atas Korea Selatan menjadi lebih dari sekadar hasil impresif. Pertandingan tersebut menmberikan gambaran jelas arah dan identitas permainan timnas futsal di bawah kepelatihan Hector Souto.

Sejak awal pertandingan kontra Korea Selatan, terlihat sebuah identitas yang menekankan kecepatan, disiplin, serta kemampuan beradaptasi terhadap lawan menjadikan skuad Garuda tampil agresif tanpa kehilangan struktur permainan. Sebuah ciri khas futsal modern yang kini terlihat mulai melekat.

Efektivitas Permainan

Salah satu aspek penting adalah efektivitas pada saat situasi bola mati. Menurut beberapa pengamat di level Asia, set-piece kerap menjadi pembeda, dan Indonesia mampu memanfaatkan dengan sangat baik. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan Souto tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu, tetapi juga pada detail taktik dan persiapan matang.

Identitas Futsal Indonesia di Era Hector Souto

Lawan Kirgistan

Dok : the AFC com

Timnas Indonesia selanjutnya akan menghadapi wakil Asia Tengah, Kirgistan. Hector memahami perbedaan kekuatan dibanding lawan sebelumnya (Korea Selatan). Fisik, kecepatan, serta kualitas duel satu lawan satu menjadi ciri utama Kirgistan.

Jelang menghadapi Kirgistan, Hector menyebut tidak akan menggunakan pendekatan yang sama. Strategi berbeda bakal diterapkannya, yang berbasis realitas kekuatan tim sendiri pada saat menghadapi lawan berbeda.

Identitas Baru Futsal Indonesia

Sejak kepelatihan timnas Futsal dipegang Hector Souto, gaya bermain cepat, dengan tuntutan fokus selama 40 menit, menjadi perpaduan antara disiplin posisi dan kecermatan membaca momen.

Pendekatan ini penting, mengingat futsal modern menuntut konsistensi intensitas tanpa kehilangan organisasi permainan.

Lebih jauh, era ini menandai pergeseran permainan tim futsal Indonesia, yang tidak lagi hanya mengandalkan semangat dan penguasaan pertandingan saja, tetapi juga perencanaan taktis yang matang.

Saat ini, Indonesia bermain dengan kesadaran bahwa mereka bukan raksasa dunia, namun memiliki potensi besar jika mampu memaksimalkan kecepatan, kolektivitas, dan kecerdasan bermain.

Jika filosofi ini mampu dipertahankan dan dikembangkan, maka Timnas Futsal Indonesia tidak hanya kompetitif di Asia Tenggara, tetapi juga layak diperhitungkan di panggung Asia yang lebih luas.

(amr/adm)

Berita Olahraga Lainnya :