Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dituduh Melaporkan Malaysia, Menpora Erick Thohir sebut Bukan Levelnya

iMSPORT.TV –  Tuduhan yang menyebut Menpora RI Erick Thohir sebagai sosok di balik laporan terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia memunculkan narasi panas di kawasan. Namun alih-alih terpancing, Erick memilih merespons dengan nada yang justru menekankan “kelas” dan visi jangka panjang sepak bola Asia.

Isu ini mencuat setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam kasus naturalisasi pemain. Sejumlah media kawasan, termasuk MYNewsHub dan media Vietnam, mengaitkan nama Erick sebagai dalang aduan. Namun ia menepisnya tegas, menjadi pengadu bukanlah levelnya, dan mengintervensi dinamika sepak bola negara lain bukanlah jalan yang ia pilih.

Tidak benar pastinya [tuduhan itu]. Justru kita mendorong bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan di negara-negara Asia Tenggara dan Asia,” ujar Erick.

Makanya kita sembari meningkatkan kualitas kita. Karena kalau sepak bola kita enggak meningkat, tentu kita akan terus kalah dari Eropa dan Amerika Latin,” ia menambahkan.

Dituduh Melaporkan Malaysia, Menpora Erick Thohir sebut Bukan Levelnya

Pernyataan itu menarik, karena konteksnya bukan sekadar bantahan. Erick justru menyoroti kebutuhan akan kompetisi yang sehat di Asia Tenggara. Menurutnya, negara-negara di kawasan ini saling membutuhkan untuk tumbuh. Rivalitas bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mengangkat standar bersama.

Di tengah polemik, keputusan Court of Arbitration for Sport (CAS) yang menangguhkan sanksi tujuh pemain—Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel menambah lapisan cerita. Drama hukum dan regulasi memang kerap menjadi sisi lain sepak bola modern, terutama dalam isu naturalisasi yang sensitif.

Namun pesan utama Erick terasa lebih strategis, Asia Tenggara harus fokus memperkuat diri agar tidak terus tertinggal dari Eropa dan Amerika Latin. Artinya, energi seharusnya diarahkan pada pembinaan, liga yang sehat, tata kelola federasi, dan peningkatan kualitas pemain.

Narasi ini menggeser isu dari sekadar “siapa melapor siapa” menjadi “ke mana arah sepak bola kawasan”. Di tengah persaingan yang semakin global, mungkin yang dibutuhkan bukan saling curiga, melainkan saling dorong untuk naik kelas bersama.

Source : CNNindonesia

(amr/adm)

Berita Olahraga Lainnya :