iMSPORT.TV – Rybakina membalas dendam masa lalu, sementara Alcaraz resmi menjadi petenis pria termuda yang mengoleksi seluruh gelar Grand Slam.
Melbourne Park baru saja menjadi saksi sejarah. Australian Open 2026 tidak hanya tentang trofi, tapi tentang penegasan dominasi generasi baru. Di sektor putri, Elena Rybakina membuktikan bahwa ketenangan adalah senjata paling mematikan. Di sektor putra, Carlos Alcaraz akhirnya melengkapi kepingan terakhir puzzle kariernya: gelar juara di Rod Laver Arena.
1. Sektor Putri: “Cold as Ice” – Elena Rybakina Comeback!
Siapa sangka petenis yang terlihat paling tenang di lapangan justru memiliki api yang paling membara? Elena Rybakina resmi merengkuh gelar Grand Slam keduanya setelah menaklukkan Aryna Sabalenka lewat drama tiga set: 6-4, 4-6, 6-4
- Highlight Utama: Rybakina sempat tertinggal 0-3 di set penentu. Namun, mentalitas “Ice Queen” miliknya berbicara. Ia memenangkan lima gim beruntun sebelum menutup laga dengan sebuah ace telak.
- Misi Balas Dendam: Kemenangan ini terasa manis karena Rybakina berhasil membalas kekalahannya dari Sabalenka di final Australian Open tiga tahun silam.
- Dampaknya: Rybakina diprediksi akan melonjak ke peringkat 2 besar dunia, mempertegas statusnya sebagai salah satu dari “Big Three” WTA saat ini.
Melbourne 2026: Dominasi Sang “Ice Queen” dan Sejarah Sempurna Carlos Alcaraz
2. Sektor Putra: Carlos Alcaraz dan Sejarah “Career Grand Slam”
Dunia tenis resmi berada di bawah kaki Carlos Alcaraz. Dengan mengalahkan legenda hidup Novak Djokovic dalam pertarungan sengit empat set (2–6, 6–2, 6–3, 7–5), Alcaraz mencetak rekor yang sulit dipercaya.
- Statistik Emas: Di usia yang baru 22 tahun, Carlitos menjadi petenis pria termuda dalam sejarah yang berhasil memenangkan keempat turnamen Grand Slam (Australian Open, Roland Garros, Wimbledon, dan US Open).
- The Turning Point: Sempat kehilangan set pertama dengan skor 2-6, Alcaraz mengubah taktik dengan permainan bola-bola pendek (drop shots) yang membuat Djokovic kewalahan. Set keempat yang berakhir 7-5 menjadi bukti ketangguhan fisiknya.
- End of an Era? Kemenangan ini seolah menjadi simbol estafet kepemimpinan dari era “Big Three” ke dominasi tunggal Alcaraz di puncak ATP.
Apa Selanjutnya?
Musim 2026 baru saja dimulai, namun standarnya sudah dipatok sangat tinggi. Dengan Alcaraz yang memegang kendali penuh dan Rybakina yang kembali ke performa puncaknya, Roland Garros akan menjadi medan tempur yang sangat menarik untuk dinantikan.
(rby/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
