iMSPORT.TV – Pegurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menjadikan capaian di Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 sebagai bahan evaluasi krusial untuk mematangkan skuad menuju Piala Thomas dan Piala Uber 2026.
Meski kedua tim membawa pulang medali perunggu, performa sektor putra menjadi catatan khusus setelah gagal memenuhi target mencapai babak final.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa, ajang yang berlangsung di Qingdao, China,tersebut, merupakan bagian dari strategi jangka panjang. PBSI sengaja tidak menurunkan kekuatan penuh, demi memberikan jam terbang bagi pemain pelapis.
“Kami memberi kesempatan lebih besar kepada pemain muda untuk melihat kesiapan mereka di level internasional. Ini menjadi bahan penilaian penting sebelum kami menyusun komposisi tim Thomas dan Uber, baik dari sisi mental maupun strategi,” ujar Eng Hian dalam keterangannya.
Selain sebagai ajang uji coba, menurunkan skuad pemain muda, lanjut Eng Hian, PBSI bisa melihat kesiapan mereka di turnamen beregu internasional, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menyusun Tim Thomas dan Uber Cup.
Keikutsertaan ini juga krusial untuk mengamankan poin peringkat dunia para atlet sebelum bertolak ke Forum Horsens, Denmark, pada 24 April mendatang.
PBSI Evaluasi Skuad Menuju Piala Thomas dan Uber 2026
Eng Hian menyoroti beberapa poin positif, termasuk kembalinya performa impresif Ester Nurumi Tri Wardoyo dan kestabilan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Penampilan mereka menjadi modal kuat untuk memperkuat tim Uber.
Sebaliknya, hasil di sektor putra menyisakan pekerjaan rumah. Anthony Sinisuka Ginting dan kolega, harus puas dengan medali perunggu setelah kalah 1-3 dari Jepang di babak empat besar.
“Untuk putra, hasil ini tentu tidak sesuai target, karena kami membidik final. Performa beberapa pemain belum maksimal, dan ini akan segera kami evaluasi untuk mendongkrak performa sebelum Piala Thomas,” lanjutnya.
Meski gagal ke final, Eng Hian tetap berterima kasih memberi kredit khusus bagi barisan tunggal putra. Nama-nama seperti Ubed, Prahdiska Bagas, dan Richie dinilai menunjukkan kematangan bertanding yang signifikan.
“Di luar itu, kredit bagi daya juang dan penampilan tim tunggal putra yang cukup baik. Ubed, Prahdiska Bagas dan Richie semakin menunjukkan kematangan dalam bertanding,” ulasnya
PBSI berharap hasil di BATC 2026 tetap menjadi pelecut motivasi bagi seluruh pemain.
“Saya tetap berterima kasih atas pencapaian medali perunggu yang diraih beregu putra dan beregu putri. Semoga medali ini menambah kepercayaan diri mereka untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi di Denmark nanti,” pungkas Eng Hian.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
