iMSPORT.TV – Pencoretan Sardar Azmoun dari skuad Timnas Iran bukan sekadar keputusan teknis, melainkan cerminan kuatnya pengaruh politik dalam sepak bola Iran saat ini.
Reuters melaporkan, media-media Iran menyebutkan Azmoun dicoret dari skuad karena dianggap tidak setia kepada pemerintah Iran.
Azmoun merupakan striker terbaik sepanjang sejarah Iran, absennya Azmoun untuk laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026 jelas menimbulkan tanda tanya besar.
Dicoret dari Timnas Iran, Sardar Azmoun Dicap Penghianat
Alasan yang beredar soal dugaan ketidaksetiaan terhadap pemerintah, menunjukkan bahwa identitas dan sikap personal pemain kini bisa berdampak langsung pada karier internasional mereka. Apalagi, situasi memanas setelah unggahan Azmoun bersama Mohammed bin Rashid Al Maktoum, di tengah konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam konteks ini, sepak bola tampak tidak lagi berdiri di ruang netral.
Dari sisi teknis, kehilangan Azmoun berarti Iran melepas sosok dengan produktivitas tinggi 57 gol dari 91 caps yang sulit tergantikan dalam waktu singkat. Pemanggilan pemain baru seperti Dennis Eckert memang memberi warna berbeda, tetapi pengalaman dan ketajaman Azmoun tetap belum tergantikan.
Lebih jauh, polemik ini bisa berdampak pada stabilitas tim jelang turnamen besar. Dengan ketidakpastian partisipasi Iran di Piala Dunia akibat konflik politik, situasi internal seperti ini justru memperbesar risiko. Jika sepak bola terus dibayangi kepentingan non teknis, Iran bukan hanya berpotensi kehilangan pemain terbaiknya, tetapi juga momentum untuk bersaing di panggung dunia.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
