iMSPORT.TV – Kita membahas hal yang cukup menarik, tentang tiga pembalap MotoGP yang sering cedera akibat arm pump. Bahkan ada satu rider yang sampai harus operasi dua kali untuk memperbaiki cedera di lengannya tersebut.
Nah, dalam dunia balap motor kasta tertinggi, kecepatan bukan satu-satunya musuh para pembalap. Ada satu gangguan fisik yang menjadi momok sangat menakutkan dan sering dianggap sebagai inisiasi wajib bagi para rider dunia, yaitu arm pump.
Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai Chronic Exertional Compartment Syndrome (CECS), “sindrom kompartemen”, yang merupakan kondisi yang umum dialami oleh atlet, terutama pengendara motocross, pesepeda, pendayung, dan pendaki gunung.
Kondisi ini terjadi ketika ada penumpukan tekanan yang berlebihan di dalam otot lengan bawah, yang menyebabkan aliran darah terhambat, atau tekanan darah meningkat di dalam otot lengan, namun tertahan oleh selaput fascia yang tidak elastis, yang akhirnya menyebabkan rasa nyeri hebat hingga mati rasa.
Cedera ini kerap mengganggu performa para pembalap hingga harus dioperasi. Lantas siapa saja pembalap yang pernah merasakan kondisi tidak mengenakkan tersebut?
Berikut 3 Pembalap MotoGP yang Sering Cedera Arm Pump:

Fabio Quartararo
Pembalap asal Prancis ini menjadi salah satu contoh paling ikonik dalam penanganan Arm Pump yang agresif. Tercatat, Quartararo telah menjalani operasi pada lengan kanannya sebanyak dua kali.
Operasi pertamanya dilakukan pada Juni 2019, setelah merasa ada yang tidak beres pada lengannya di MotoGP Italia 2019. Hanya dua minggu pasca-operasi, ia sudah kembali balapan.
Masalah kembali muncul pada musim 2021 di GP Jerez, Quartararo kehilangan posisi terdepan dan merosot ke urutan 13, karena rasa sakit yang tak tertahankan, dan memaksanya kembali masuk ruang bedah di Prancis.
3 Pembalap MotoGP Paling Takut Menderita Arm Pump

Aleix Espargaro
Pembalap tes Honda ini membuktikan bahwa Arm Pump bisa menjadi masalah jangka panjang yang kambuhan.
Aleix pertama kali menjalani operasi untuk mengatasi tekanan pada lengannya pada tahun 2011.
Namun, 10 tahun kemudian, tepatnya pada Mei 2021, setelah GP Prancis, Aleix harus kembali menjalani prosedur operasi, karena gejala yang sama muncul kembali setelah balapan di Jerez dan tes MotoGP.
Hal ini menunjukkan bahwa, jaringan parut atau pemulihan jaringan fascia bisa membuat masalah ini kembali di kemudian hari.

Cal Crutchlow
Mantan pembalap LCR Honda ini dikenal sebagai salah satu pembalap paling tangguh, namun ia pun tak kuasa melawan Arm Pump.
Berbeda dengan banyak pembalap yang hanya merasakan gangguan pada satu lengan, Crutchlow harus menjalani operasi pada kedua lengan sekaligus.
Bagi Crutchlow, penanganan ini sangat krusial karena kehilangan kontrol sedikit saja pada tuas rem depan atau gas akibat mati rasa di lengan, bisa berakibat fatal dalam kecepatan lebih dari 300 km/jam.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
