Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mohamed Salah dan Andy Robertson, Akhiri Era di Anfield

iMSPORT.TV – Dua sosok penting dalam sejarah modern Liverpool, Mohamed Salah dan Andy Robertson, resmi mengakhiri perjalanan luar biasa mereka bersama The Reds pada akhir musim 2025/26.

Keduanya menjalani laga perpisahan penuh emosional melawan Brentford di markas Liverpool, Anfield Stadium. Menutup sembilan tahun masa pengabdian yang penuh prestasi, kenangan, dan cerita yang akan dikenang selamanya.

Salah dan Robertson datang hampir bersamaan pada musim panas 2017, saat Liverpool masih membangun kembali identitasnya di bawah Juergen Klopp. Salah diboyong dari AS Roma dengan nilai sekitar £34 juta, sementara Robertson datang dengan harga jauh lebih murah dari Hull City, hanya £8 juta. Meski latar belakang dan jalan karier mereka berbeda, keduanya segera menjadi bagian vital dari mesin Liverpool yang haus akan kejayaan.

Sejak saat itu, keduanya menjadi simbol revolusi Liverpool. Salah dikenal sebagai The Egyptian King dengan torehan gol dan rekor yang luar biasa, 32 gol di musim debutnya, terbanyak dalam satu musim Premier League saat itu, serta total 283 kontribusi gol selama membela klub, tertinggi di era Premier League modern.

Robertson yang menjadi motor penggerak di sisi kiri pertahanan dan serangan. Dengan energi, determinasi, dan loyalitas, bek kiri asal Skotlandia ini berkembang menjadi salah satu yang terbaik di posisinya, serta menjadi simbol kerja keras dan semangat tak kenal menyerah. Ia berhasil menembus skuad utama setelah menggantikan Alberto Moreno pada akhir 2017 dan tak tergantikan selama bertahun-tahun.

Mohamed Salah dan Andy Robertson, Akhiri Era di Anfield

Alasan di Balik Kepergian
Keputusan Salah meninggalkan Liverpool lebih cepat dari kontraknya yang baru akan habis pada 2027. Ia mengaku bahwa hubungan internal dan arah tim membuatnya yakin bahwa sudah saatnya menutup bab luar biasa dalam kariernya.

Dalam wawancara dokumenter “Salah: Farewell to the King”, ia menyebut:
Saya selalu memberikan segalanya untuk klub ini dan fans tahu itu. Kini saya merasa damai dengan keputusan ini.”

Sementara itu, Robertson yang juga akan pergi di akhir kontraknya, mengaku perpisahan ini sangat emosional.

Klub ini berarti segalanya bagiku… Aku akan memberikan segalanya hingga hari terakhir,” ujarnya dalam pernyataan resmi klub football5starnet.

Liverpool.com

Musim terakhir memang tidak ideal bagi Liverpool. Inkonsistensi performa dan dinamika hubungan antara manajer Arne Slot dan beberapa pemain senior turut mewarnai musim perpisahan dua legenda ini.

Robertson memimpin penghormatan kepada Salah lewat pesan yang mengharukan di media sosialnya.

Menyaksikanmu menjadi yang terbaik dan menjadi bagian dari perjalanan itu adalah kehormatan. Kamu layak mendapatkan perpisahan yang mencerminkan statusmu di LFC, yang terbaik.”

Liverpool.com

Pesan ini disambut dengan dukungan luas dari para pemain, termasuk Trent Alexander-Arnold dan Jordan Henderson, yang menyebut Salah sebagai “legenda sejati” yuksports.com.

King Egyptian (Mo Salah) itu memberikan pesan terakhir, ia menyoroti standar tinggi klub dan tekanan yang harus dihadapi oleh siapa pun yang mengenakan seragam merah kebanggaan itu.

Liverpool.com

Ketika Anda menang bersama Liverpool, terasa seperti klub terbaik di dunia. Tetapi ketika kalah, tekanannya luar biasa besar,” katanya.

Akhir Sebuah Era
Bersama, Salah dan Robertson telah menghadirkan semua trofi bergengsi untuk Liverpool — Premier League, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, FA Cup, hingga Carabao Cup. Mereka tak hanya meninggalkan prestasi, tetapi juga semangat, etos kerja, dan kedekatan dengan para suporter yang menjadikan mereka legenda sejati Anfield.

Perpisahan ini bukan sekadar akhir bagi dua pemain besar, tetapi juga penutup bab penting dalam sejarah emas Liverpool modern. Sebagaimana Robertson pernah berkata kepada rekan setimnya:

Kita mulai bersama, dan aku senang kita mengakhiri perjalanan luar biasa ini bersama.” skysportscom.

(amr/adm)

Berita Olahraga Lainnya :