Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gagal di Thomas Cup 2026, PBSI Minta Maaf

iMSPORT.TV – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) meminta maaf kepada pecinta bulutangkis Tanah-Air, usai tim putra Indonesia gagal melangkah jauh di Thomas Cup 2026 di Horsens, Denmark, pada April kemarin.

Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat meminta maaf atas hasil kurang memuaskan di Thomas Cup, dalam jumpa pers di Cipayung. Jumat (8/5).

Mungkin ini yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk tanggapan Thomas Cup dan Uber Cup. Tentu pengurus ada kecewa tapi kita harus lihat dari sisi atlet.”

Secara umum perjuangan atlet sudah maksimal. Mereka menunjukkan semangat dan kerja keras untuk Indonesia.”

Kegagalan tim Indonesia di Thomas Cup, membuat badminton lovers marah. Hujatan kepada PBSI pun bermunculan di media sosial.

Kita lihat bahasa di media sosial banyak orang kecewa. Kami tidak menutupi.”

Jonatan Christie dan rekan-rekan harus terhenti di fase grup. Mereka kalah 1-4 dari Prancis. Hasil itu membuat langkah Indonesia terhenti lebih cepat dari harapan.

Kegagalan tim Thomas Indonesia lolos dari fase grup, menjadi kali pertama sejak 1958 sekaligus memutus tradisi panjang ke babak gugur.

Kita harus realistis. Kita tahu ekspektasi terhadap bulutangkis begitu besar dan kita punya sejarah yang bagus 10-20-30 tahun lalu di Thomas Cup dan Uber Cup,” ucap Taufik menambahkan.

Tapi kami juga harus jujur bahwa pencapaian tidak sesuai ekspektasi. Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Thomas Cup dan Uber Cup. Memang olahraga seperti itu, kalau menang disanjung dan kalau kalah pasti ada banyak orang kecewa,” kata Taufik menambahkan.

Gagal di Thomas Cup 2026, PBSI Minta Maaf

Menanggapi kegagalan di Piala Thomas 2026, PBSI sudah melakukan evaluasi. Pengurus PBSI berkumpul pada Kamis (7/5), dan akan melakukan perbaikan agar Indonesia berprestasi kembali.

Kami tanggung jawab tentang evaluasi gimana. Evaluasi setengah harian dari siang sampai sore kemarin, dan di situ ada Ketum juga. Jadi memang betul-betul evaluasi dari pengurus, pelatih, nanti akan pemain juga. Kita akan melaksanakan itu dengan secepat mungkin,” dilansir dari Liputan6.

Kami banyak mencatat hal yang menjadi bahan pembenahan. Mulai dari kesiapan teknis, strategi pertandingan, konsistensi performa, hingga penguatan mental bertanding di level beregu.”

Evaluasi ini tidak hanya ditujukan kepada atlet, tapi juga menyeluruh kepada tim pendukung, pelatih, sistem persiapan yang kami jalankan. Ke depan, kami akan memperbaiki kekurangan para atlet secara lebih spesifik, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding,” tegas Taufik.

Sementara, tim putri meraih tempat ketiga (perunggu) Uber Cup, usai hanya meraih satu kemenagan 1-3 dari Korea Selatan. Satu-satunya poin yang didapat tunggal putri muda Thalita Ramadhani Wiryawan. Hasil itu, dinilai sesuai dengan target yang dicanangkan PBSI untuk tim Uber.

Selanjutnya, PBSI menginginkan proses pembinaan lebih terarah, dengan melakukan program akselerasi.

Kami ingin proses pembinaan berjalan lebih terarah sehingga setiap atlet memiliki kesiapan yang lebih matang untuk menghadapi tekanan dan persaingan di level dunia. Selain itu, kami juga akan memfokuskan upaya pada peningkatan kapasitas atlet agar mampu mengikuti program akselerasi dan bersaing di turnamen dengan level yang lebih tinggi dengan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif. Dan kami berharap para atlet dapat berkembang lebih cepat, lebih konsisten, dan memiliki mental juara saat menghadapi pertandingan-pertandingan penting,” tegas Taufik.

(amr/adm)

Berita Olahraga Lainnya :