iMSPORT.TV – DPP PERBASI resmi mengesahkan 10 Peraturan Organisasi (PO) dalam Rapat Pleno yang digelar di ruang serbaguna Komite Olimpiade Indonesia (KOI), FX Sudirman, Jakarta, Kamis (2/7). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyesuaikan regulasi dengan perkembangan bola basket Indonesia.
Rapat pleno dipimpin langsung Ketua Umum DPP PERBASI, Budisatrio Djiwandono, dan diikuti jajaran pengurus secara luring maupun daring.
Menurut Budisatrio, kemajuan basket nasional harus diawali dengan sistem organisasi yang kuat dan profesional.
“Kita paham bahwa dalam penyelenggaraan apa pun, masih banyak perbaikan yang harus terus kita lakukan sebagai induk organisasi. Rapat Pleno ini menjadi kesempatan penting, sekaligus momen bersejarah sebagai komitmen bersama untuk membesarkan organisasi dan memajukan cabang olahraga bola basket.“
Ia menambahkan, regulasi yang jelas akan menjadi fondasi dalam membangun basket Indonesia ke depan.
“Pondasi yang kuat berawal dari filosofi dan aturan tata kelola yang kokoh. Karena itu, DPP PERBASI melalui Bidang Organisasi, dengan dukungan Sekretaris Jenderal dan tim, telah merumuskan dan merampungkan aturan-aturan organisasi yang nantinya menjadi pedoman pelaksanaan tata kelola bola basket Indonesia ke depan.“
Ketua Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP PERBASI, Fritz Siregar, menjelaskan bahwa dari 10 Peraturan Organisasi yang disahkan, delapan merupakan regulasi baru, sedangkan dua lainnya merupakan penyempurnaan aturan sebelumnya.
Aturan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kode etik dan disiplin, struktur organisasi, penyelenggaraan kompetisi basket 5on5 dan 3×3, minibasket, tenaga keolahragaan, perpindahan atlet, hingga pengelolaan keuangan serta sistem audit.
Salah satu perubahan yang menjadi sorotan adalah pemisahan aturan etik dan disiplin menjadi dua regulasi berbeda agar penanganan setiap pelanggaran dapat dilakukan lebih spesifik dan transparan.
“Melalui Rapat Pleno ini, kita membahas dan mengesahkan paket Peraturan Organisasi PERBASI. Namun, ini bukan sekadar kumpulan pasal atau dokumen.”
Fritz menegaskan bahwa seluruh regulasi tersebut menjadi landasan agar organisasi berjalan dengan standar tata kelola yang profesional dan akuntabel.
“Peraturan ini merupakan instrumen kelembagaan untuk memastikan PERBASI bergerak tidak semata-mata berdasarkan kebiasaan, tetapi berdasarkan norma, prosedur, dan standar tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.“
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, mengatakan delapan regulasi baru disusun untuk menjawab kebutuhan basket Indonesia yang terus berkembang.
“8 dari 10 peraturan terbaru ini untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dalam perkembangan bola basket saat ini.“

PERBASI Sahkan 10 Peraturan Organisasi Baru demi Masa Depan Basket Indonesia
Ia juga mengapresiasi seluruh pengurus yang telah terlibat dalam penyusunan regulasi tersebut sebagai bekal menghadapi tantangan basket nasional di masa depan.
Pengesahan 10 Peraturan Organisasi menunjukkan bahwa DPP PERBASI mulai mengarahkan fokus tidak hanya pada pencapaian prestasi, tetapi juga pada pembangunan sistem yang lebih profesional. Di tengah meningkatnya popularitas bola basket di Indonesia, regulasi yang jelas menjadi kebutuhan agar pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga tata kelola organisasi berjalan dengan standar yang sama.
Delapan regulasi baru juga mencerminkan respons PERBASI terhadap perkembangan basket modern, termasuk pertumbuhan nomor 3×3 yang kini menjadi cabang Olimpiade serta penguatan pembinaan usia dini melalui minibasket. Sementara itu, pemisahan aturan etik dan disiplin berpotensi meningkatkan transparansi serta kepastian dalam penanganan setiap pelanggaran.
Jika implementasinya berjalan konsisten, paket Peraturan Organisasi ini dapat menjadi fondasi penting bagi terciptanya kompetisi yang lebih sehat, organisasi yang lebih akuntabel, serta peningkatan daya saing bola basket Indonesia di level Asia hingga dunia.
Meta Description: DPP PERBASI resmi mengesahkan 10 Peraturan Organisasi baru untuk memperkuat tata kelola basket Indonesia. Delapan regulasi baru disiapkan guna menjawab perkembangan bola basket modern.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
