iMSPORT.TV – Rumor kepergian Cristiano Ronaldo dari Al Nassr mencuat. Bintang asal Portugal itu disebut kecewa dengan kebijakan manajemen Al Nassr yang dinilai tak serius membangun tim juara. Isu ini memantik spekulasi besar, apakah Ronaldo bakal menyusul Lionel Messi ke Major League Soccer (MLS), atau justru memilih kembali ke Eropa?
Sejak bergabung di Al Nassr, Cristiano Ronaldo menjadi magnet perhatian Liga Arab Saudi. Namun, pesona bintang saja tak cukup. Dalam sepak bola modern, pemain sekelas CR7 menuntut proyek yang jelas, seperti tim kompetitif, rekrutan berkualitas, dan ambisi juara yang nyata. Di titik inilah masalah muncul. Ronaldo dikabarkan tidak puas dengan arah kebijakan Al Nassr, terutama pada bursa transfer. Saat rival-rival memperkuat diri dengan pemain top, Al Nassr justru dinilai hanya mendatangkan pemain pelapis yang kurang berdampak.
Kekecewaan CR7
Ronaldo mempertimbangkan hengkang pada musim panas. Opsi pindah ke MLS menjadi sorotan karena jejak Lionel Messi di Inter Miami terbukti sukses mengangkat pamor liga Amerika Serikat. Jika Ronaldo benar-benar ke MLS, duel Messi vs Ronaldo akan “hidup kembali” dalam panggung yang berbeda. Ini jelas menggiurkan secara bisnis, komersial, sekaligus narasi besar sepak bola dunia. Tak heran kata kunci seperti Ronaldo ke MLS, Cristiano Ronaldo susul Messi, dan transfer Ronaldo terbaru ramai dicari penggemar.
Laman One Football menuliskan, pihak Ronaldo sedang mempertimbangkan opsi pergi ke Amerika Serikat pada musim panas ini. Bahkan ada pertimbangan kembali ke Eropa.
“Sang bintang sedang mempertimbangkan untuk bermain di MLS atau kembali ke Eropa, karena ketidakpuasannya terhadap manajemen Dana Publik Arab Saudi [PIF],” dilansir dari Record.
Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pertimbangkan susul Lionel Messi
Kontrak Cristiano Ronaldo
Namun, faktor penghalang terbesar adalah klausul pelepasan kontrak Ronaldo di Al Nassr yang mencapai 50 juta euro. Angka ini tidak kecil, bahkan untuk klub-klub MLS yang sedang naik daun. Selain MLS, pintu kembali ke Eropa juga disebut masih terbuka. Meski usianya tak lagi muda, pengalaman dan naluri gol Ronaldo tetap bernilai bagi klub yang butuh figur pemimpin di ruang ganti.
Sikap Ronaldo yang absen dalam laga Al Nassr kontra Al Riyadh makin mempertegas adanya friksi internal. Ini bisa dibaca sebagai sinyal keras kepada manajemen, bahwa CR7 menginginkan perubahan nyata, bukan sekadar janji. Jika Al Nassr tak segera merespons dengan proyek ambisius, risiko kehilangan ikon terbesarnya semakin besar.
Pada akhirnya, masa depan Cristiano Ronaldo berada di persimpangan jalan. Bertahan di Arab Saudi dengan tuntutan pembenahan tim, atau menyusul Messi ke MLS demi babak baru karier, atau pulang ke Eropa untuk menutup kisah panjangnya di level elite. Apa pun pilihannya, polemik transfer Ronaldo akan terus menjadi magnet perhatian publik sepak bola dunia.

Jika sebelumnya, Ronaldo mogok main untuk Al Nassr, dikarenakan marah kepada pengelola dana kekayaan publik Arab Saudi atau Public Investment Fund (PIF). Baru-baru ini, di media sosialnya (5/2/2026), Ronaldo membagikan foto sedang berlatih di Al Nassr. Emoji hati biru dan kuning, warna khar Al Nassr turut dibubuhkan dalam postingannya.
Unggahan latihan tersebut bisa dibaca sebagai sinyal positif: Ronaldo tetap profesional dan membuka ruang dialog. Jika manajemen Al Nassr mampu menjawabnya dengan langkah konkret, rekrutan tepat, target jelas, dan ambisi juara, kisah CR7 di Arab Saudi masih berpeluang berlanjut dengan akhir yang manis. Pada usia dan pengalamannya, Ronaldo bukan sekadar butuh panggung, tapi proyek yang membuat warisannya terus bersinar.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
