Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Liliyana Natsir Terpilih Sebagai BWF Hall Of Fame

iMSPORT.TV – Presiden BWF Poul Erik Hoyer Larsen menyatakan peraih empat gelar juara dunia, plus satu emas dan satu perak Olimpiade itu pantas masuk dalam gelar BWF Hall of Fame. Menurutnya, legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir selalu masuk dalam jajaran ganda campuran terbaik sepanjang kariernya.
Saya mengucapkan selamat atas keberhasilannya masuk BWF Hall of Fame dan saya yakin dia akan terus menginsipirasi generasi-generasi selanjutnya,” ungkapnya.

Liliyana Natsir Terpilih Sebagai BWF Hall Of Fame

Liliyana jadi orang Indonesia ke-10 yang masuk dalam daftar elite tersebut, diantaranya :
1997 Rudy Hartono Dick Sudirman Rudy Hartono mengemas delapan gelar All England, dan menjadi motor utama tim Indonesia saat mendominasi THomas Cup era 70-an. Sementara, Dick Sudirman jadi tokoh aktif yang menyatukan dua badan bulutangkis dunia di era 70-an. Berkat kiprahnya, namanya diharumkan dalam gelaran Sudirman CUp. 2001 Christian Hadinata 2002 Liem Swie King Christian Hadinata merupakan pemain spesialis ganda putra dan campuran, bertabur prestasi. Setahun kemudian, Liem Swie King, Legenda era 70-an, dikenal sebagai pelopor pukulan smes melompat, yang berjuluk King Smash. 2004 Susy Susanti Namanya terpilih jadi Hall Of Fame 2004, setelah dirinya menjadi peraih emas pertama Indonesia di Olimpiade. Susy merupakan peraih satu gelar juara dunia. 2009 Tjun Tjun/Johan Wahjudi Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky Pada tahun 2009, dua pasang ganda putra asal Indonesia, terpilih jadi BWF Hall Of Fame. Tjun Tjun/Johan Wahjudi sukses dengan enam gelar All England dan jadi juara dunia di edisi perdana 1997. Sementara, Ricky/Rexy jadi ganda nomor satu dunia pada 90-an, keduanya capai prestasi puncaknya saat jadi juara dunia 1995 dan Olimpiade 1996. Usai 2009, para pemain Indonesia tidak ada lagi yang masuk BWF Hall Of Fame di empat kesempatan berikutnya. Baru, Liliyana Natsir terpilih. Liliyana merupakan bintang noor ganda campuran era 2000-an hingga 2010. (amr) Baca : Darah Indonesia Mengalir di Pembalap Tim Mercedes EQ Formula E

Leave a comment