iMSPORT.TV – Kemenangan dramatis tim bulutangkis putra Indonesia atas Thailand dengan skor 3-2 di perempatfinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 bukan sekadar tiket ke semifinal. Langkah tim putra berjalan di jalur yang sama dengan tim putri. Sama-sama menang 3-2 atas Thailand, sama-sama lolos ke empat besar dengan cara yang bikin deg-degan sampai partai terakhir.
Duel melawan Thailand menunjukkan satu hal penting, Tim Indonesia belum sepenuhnya dominan, tapi mulai memiliki mental bertarung yang makin matang. Ketika satu partai lepas, partai berikutnya selalu ada yang siap membalas. Mohammad Zaki Ubaidillah membuka jalan, lalu Prahdiska Bagas Sujiwo mengembalikan keunggulan saat situasi kembali imbang. Di partai penentuan, Richie Duta Ricardo tampil tanpa beban berlebihan. Menang dua gim langsung di laga hidup-mati adalah cerminan keberanian, bukan sekadar soal teknik.
“Pertama pas start-nya tegang karena saya belum pernah ketemu dengan lawan dan diturunkan pas penentu di babak knockout ini. Ada beban juga tapi dari pelatih, A Ginting dan senior-senior yang lain bilang untuk all out yang penting dan main terbaik, sebaik yang saya bisa.” ujar Richie Duta Richardo.
Pola yang sama juga terlihat di tim putri saat menyingkirkan Thailand. Ada momen goyah, ada tekanan, tapi ada pula respons. Ini menarik, karena selama ini Indonesia kerap dipuji punya kualitas individu, namun sering dipertanyakan konsistensinya dalam format beregu. BATC 2026 memberi gambaran bahwa karakter tim mulai terbentuk, tidak mudah runtuh saat skor imbang, dan tidak panik ketika harus menyerahkan nasib di partai kelima.
Thailand mampu memaksa duel ketat di ganda putra, bahkan dua kali menyamakan kedudukan. Ini alarm bahwa sektor ganda Indonesia masih rawan goyah di momen krusial. Jika pola ini terulang saat menghadapi Jepang di semifinal, risiko tersingkir terbuka lebar. Jepang datang dengan kemenangan telak atas Malaysia, pertanda mereka punya kedalaman skuad dan stabilitas permainan yang rapi.
- BATC 2026 : Tim Putri Indonesia Tembus Semifinal
- Pelatih Iran Menangis Jelang Final Lawan Timnas Futsal Indonesia, Kenapa ?
Lolos dengan Deg-degan, Ini Lawan tim Putra di Semifinal BATC 2026
Kesamaan nasib tim putra dan putri ini seharusnya jadi momentum evaluasi bersama. Keduanya lolos dengan cara dramatis, tapi tantangan ke depan jelas lebih berat. China dan Korea Selatan di bagan lain memperlihatkan bagaimana tim-tim elite Asia menjaga kontrol permainan tanpa harus selalu menunggu partai kelima. Indonesia perlu belajar menutup laga lebih cepat agar tidak terus menggantungkan harapan pada partai penentuan.
Hasil tim Putra Indonesia Perempatfinal BATC 2026 vs Thailand
MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Panitchapon Teeraratsakul 21-13, 22-20
MD1: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-14, 15-21, 17-21
MS2: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Puritat Arree 21-7, 17-21, 21-18
MD2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga 18-21, 19-21
MS3: Richie Duta Richardo vs Tanawat Yimjit 21-5, 21-17
Pada akhirnya, keberhasilan dua tim Indonesia menembus semifinal BATC 2026 patut diapresiasi. Ini bukan sekadar soal hasil, tapi tentang mental kolektif yang mulai terasah. Senasib dengan tim putri, tim putra menunjukkan bahwa Merah Putih punya nyali di laga beregu. Tinggal satu pekerjaan rumah, mengubah duel dramatis menjadi kemenangan yang lebih meyakinkan.
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
