Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Megawati Akui Beratnya Beban Proliga 2026 dan Keluarkan Uneg-uneg

iMSPORT.TV – Megawati Hangestri Pertiwi yang sempat menjadi bintang di tim voli Korea Selatan, Red Spark, kini di Indonesia memperkuat Jakarta Pertamina Enduro, membeberkan unek-unek sebagai pemain Timnas Bola Voli Putri Indonesia.

Senyum malu menghias wajah Megawati Hangestri Pertiwi ketika disebut sebagai pemain asing Jakarta Pertamina Enduro (JPE) pada Proliga 2026.

Megawati ‘Megatron’ Hangestri memilih menolaknya. Dia tetap pemain lokal, yang membedakan dia punya kekuatan mental lebih baik sejak abroad, khususnya di Liga Voli Korea bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

Seperti yang disampaikan pevoli berusia 26 tahun asal Jember, Jawa Timur ini saat sesi konferensi pers Proliga 2026 seri Malang, Jawa Timur.

Main enjoy aja, karena kalau di luar saya tekanannya sebagai pemain asing. Kalau di sini sebagai pemain lokal, jadi mentalnya lebih kuat lagi. Apalagi sepulang dari Korea, lebih kuat (mentalnya),” terang Megawati.

Manajer tim Pertamina Enduro, Widy Triyoso, menyebut bahwa skuadnya memiliki 3 pemain asing.
Selain Iana Shcherban (Rusia) dan Wilma Salas (Kuba) yang pada Proliga 2026 mengisi kuota asing Jakarta Pertamina Enduro, Widi Triyoso, juga mengakategorikan Megawati sebagai pemain asing.

Hal ini dikarenakan Megawati kenyang pengalaman bermain di luar negeri alias abroad. Selain Vietnam, Thailand, dan Korea Selatan, dia juga menjajal pengalaman di Turki bersama tim kasta kedua, Manisa BBSK.

Ketika digoda moderator di konferensi pers Proliga 2026 Malang, dengan menyebutnya sebagai pemain asing, Megawati sambil tersenyum malu, menolak label tersebut.

Enggak sih, aku pemain lokal,” jawab Megawati sembari tersenyum.

Jakarta Pertamina Enduro menjadikan GOR Ken Arok, Malang, sebagai homebase mereka. Selama empat hari, Proliga 2026, Malang melangsungkan laga mulai 5 sampai 8 Februari.

Megawati Hangestri menegaskan bahwa timnya memiliki beban lebih berat. Status Pertamina Enduro sebagai juara bertahan, membuat dirinya dan rekan-rekannya mendapatkan ekspektasi lebih.

Proliga 2026 ini terasa sedikit lebih berat. Sebagai juara bertahan, tantangan terbesarnya adalah mempertahankan gelar tersebut,” kata Megawati melanjutkan.

Namun, kami akan berusaha maksimal di setiap laga,” ujar pevoli yang kali pertama menjuarai Proliga bersama Jakarta BIN edisi 2024.

Megawati Akui Beratnya Beban Proliga 2026 dan Keluarkan Uneg-uneg

Soal tugasnya sebagai opposite yang memikiul tanggung jawab utama menciptakan poin setiap bola yang dikirimkan kepada dirinya, Megawati menyebut selalu fokus dalam setiap momennya.

Dalam sebuah konperensi pers, Mgawati diiringi tawa, menyampaikan uneg-unegnya kepada PBVSI. Ada beberapa aspek yang disoroti untuk bisa membuat Timnas Voli Indonesia, khususnya sektor putri bisa bersaing di level Asia, bukan lagi Asia Tenggara.

Menurut Megawati,, Timnas Bola Voli Putri Indonesia nasih perlu adanya pengembangan lebih jauh, apalagi belum banyak pertandingan untuk menakar seberat kekuatan mereka saat ini.

Masih butuh perkembangan lebih banyak lagi untuk bisa bersaing di level Asia. Kita juga jarang lakoni pertandingan (timnas-red),” jelas Megatron, merujuk kepada pertandingan Internasional, baik berupa event uji coba maupun event resmi.

Megawati kemudian mengambil contoh untuk persiapan SEA Games 2025, pemusatan latihan atau TC hanya berlangsung singkat. Bahkan menurut Megawati, pernah di suatu momen timnas hanya diberi waktu TC satu minggu sebelum berlaga di ajang Internasional.

Harusnya, kurang lebih tiga minggu,” jawab singkat Megawati terkait TC SEA Games yang lalu.

Tidak hanya durasi waktu TC yang menjadi perhatian, komposisi pemain juga jadi perhatian. Megawati menyarankan agar PBVSI dan staf kepelatihan timnas, tidak seharunya melakukan perombakan skuad setiap berlaga di event Internasional.

“Yang penting juga jangan gonta-ganti pemain. Karena membangun chemistry antar pemain itu sulit. Karena ini permainan tim. Sekalipun pemain bintang,” Megawati mencoba menyampaikan unek-uneknya yang mengganjal selama ini.

Kita punya banyak pemain hebat sebenarnya,” ucap pevoli kelahiran 20 September 1999.

Hampir di setiap event Internasional, pemain baru muncul untuk membela timnas. Mayoritas pemain yang diorbitkan adalah talenta muda. Ini yang terasa kurang bijak, karena di laga-laga krusial, pemain muda cenderung belum bisa diandalakan.

Megawati selanjutnya menilai bahwa, tidak ada cara instan untuk prestasi olahraga bola voli di Indonesia. Sebelum masuk ke persaingan level Asia, lebih dulu mereka harus melewati level Asia Tenggara lebih dulu.

Lebih diperhatikan dulu atlit-atlitnya. Sekarang yang terpenting bisa bersaing dengan Vietnam dulu lah, jangan jauh-jauh dulu,” pungkasnya.

Agenda bola voli terdekat 2026? Juni mendatang, Timnas Voli Indonesia akan berlaga di AVC Cup. Sektor putri bertanding di Filipina, sektor putra, tandingnya di India.

(adm/amr)

Berita Olahraga Lainnya :