MotoGP 2025 : Gaya Berkendara Lawas, yang Bikin Marc Marquez Dominan

MotoGP 2025 Gaya Berkendara Lawas, yang Bikin Marc Marquez Dominan - iMSPORT.TV

iMSPORT.TV – Ternyata, dominasi Marc Marquez di MotoGP 2025, tak terlepas dari gaya berkendaranya yang lawas. Pernyataan itu diungkap oleh legenda MotoGP Casey Stoner.

Sepuluh kemenangan dari 14 seri, menunjukkan betapa dominannya seorang Marquez. Jumlah itu masih ditambah dengan 13 kali menang Sprint Race.

Dok : tribunnews via net/Google

Lawas
Alhasil, Marquez mengumpulkan 455 poin di puncak klasemen MotoGP 2025. Ia unggul jauh tepatnya hingga 175 angka dari pesaing terdekat sekaligus adiknya yakni Alex Marquez.

Stoner paham mengapa Marquez bisa dominan seperti itu. Selain bakat The Antman yang memang luar biasa, ternyata pengalaman serta gaya berkendara lawas sangat menguntungkan.

Saya benar-benar tidak memprediksi dominasinya tahun ini. Saya pikir dia jauh lebih rileks. Anda bisa melihat dari caranya berkendara,” kata Stoner, dikutip dari Crash, Kamis (28/8/2025).

Dan saya pikir itu adalah bagian dari rahasianya. Marc dan Dani (Pedrosa), yang bisa tampil cepat meski sudah lama tidak balapan, karena para pembalap lawas tahu caranya mencari daya cengkeram, tetapi tahu juga bagaimana caranya mengatasi (perangkat) elektronik,” imbuh pria asal Australia itu.

Dok : MotoGP

MotoGP 2025 : Gaya Berkendara Lawas, yang Bikin Marc Marquez Dominan

Bantuan Elektronik
Lebih lanjut, Stoner mengatakan, Marquez dan Pedrosa diuntungkan dengan minimnya bantuan elektronik di masa lalu. Sementara, para pembalap era modern ini kurang bisa menggunakan perasaannya di atas motor.

Sementara di generasi sekarang, yang mereka tahu hanya membiarkan teknisi menyetel motor, putar gas, dan Anda memiliki ride height device yang bisa turun secara otomatis,” papar Stoner.

Tidak ada sama sekali manual. Marc masih punya ide bagaimana level daya cengkeram yang baik, jadi dia menggunakan itu dan memprediksi apa yang akan terjadi. Dia juga bisa mengandalkan perangkat-perangkat elektronik itu dan menemukan kecepatan, sementara yang lain tidak,” tutupnya.

Dok : Bikersrepublic

Memang, motor MotoGP di era modern sangat bergantung pada bantuan dari sisi elektronik. Sementara, di era Stoner, Pedrosa, hingga awal-awal naiknya Marquez, motor masih betul-betul mengandalkan skill pembalap.

(adm/amr)

Selengkapnya :