BERITA, PROFILE, SPORTS

Olimpian yang Jadi Nelayan

Olimpian yang Jadi Nelayan - iMSPORT.TV

iMSPORT.TV – Abdul Razak, mantan atlet dayung berprestasi, peraih 48 medali (36 emas, 8 perunggu dan 4 perak) disepanjang kariernya, kini jadi seorang nelayan kecil di Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Awal karier di dunia dayung, saat mewakili Wakatobi di Pekan Olahraga Daerah (Sultra) di Kolaka pada 1987, dan langsung mengemas 3 medali emas. Tahun 1987, Abdul Razak mewakili kontingen Sultra, berhasil menyabet 3 emas di Kejuaraan Nasional di Semarang.

Karier Abdul Razak makin melejit usai masuk dalam skuad pemusatan latihan nasional di Jatiluhur, Jawa Barat [1988]. Turun mewakili Indonesia di SEA Games Malayasia (1989), ia kembali sukses dengan mengemas 3 emas. Dan meraih medali di single-event maupun multi-event seperti SEA Games 1989, 1993 (7 emas) Asian Games Beijing 1990 (1 perak dan 1 perunggu).

Olimpian yang Jadi Nelayan

Berkat prestasinya, Razak raih satu tiket ke Olimpiade Barcelona (1992), catatkan waktu 1 menit 41.23 detik pada kano nomor K-2 500m sprint, sayang hanya menempati posisi enam. Asian Games Hiroshima (1994), menjadi kejuaraan terakhir yang diikutinya.

Usai pensiun sebagai atlet, Razak sempat menjadi pelatih tim Jawa Timur (1995). Namun, pada tahun 2000 Gubernur Sulteng, La Ode Kaimoeddin, memintanya bekerja sebagai PNS di Dispora Sultra.

16 tahun saya jadi pelatih di sana dan saya juga diangkat jadi PNS di Dispora Jatim. Selama jadi pelatih, banyak juga dapat medali dan penghargaan,

Pensiun dari PNS, Gaji pensiunan yang kecil tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, sehingga dia beralih menjadi nelayan.

Sebagai nelayan, Razak tetap semangat melatih bibit-bibit muda di daerahnya, Desa Wakatobi. Untuk modal memberangkatkan tujuh anak didiknya ke PON Jawa Barat, dia rela menjual motor kesayanganya.

Dan benar saja, skuad didikannya sukses raih 3 medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jabar [2016].

Pada saat itu saya pernah melobi Provinsi Sultra, namun mereka bertujuh tetap tidak diterima, sehingga saya harus menjual motor yang baru dibeli dua minggu sebesar 11 juta agar anak-anak ini bisa saya antar ke Jawa Barat,” ucapnya pada viva.

Alhamdulillah, di sana pelatih dari Belanda melirik mereka. Dan, Alhamdulillah, mereka meraih emas di PON dan SEA Games saat itu,” ujarnya.

Saya sangat berharap pemerintah daerah Wakatobi mau panggil saya untuk jadi pelatih karena banyak anak-anak di sini sudah diajarkan mendayung,” tutup Abdul Razak.

(amr)

Baca :

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *