iMSPORT.TV – Jersey legendaris Michael Jordan dari Final NBA 1998 terjual seharga US$14 juta atau sekitar Rp220 miliar. Penjualan tersebut mencetak rekor baru sebagai memorabilia bola basket termahal sepanjang sejarah.
Jersey tandang merah bertanda tangan itu dibeli investor properti asal Miami, Ron Firman, melalui negosiasi pribadi. Michael Jordan mengenakannya saat Chicago Bulls menghadapi Utah Jazz pada gim kedua Final NBA, 5 Juni 1998.
Dalam pertandingan tersebut, Jordan mencetak 37 poin dan membantu Bulls menang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Chicago akhirnya menjuarai NBA dengan kemenangan seri 4-2, sekaligus mengantarkan Jordan meraih gelar juara keenamnya bersama klub tersebut.
“Saya sangat gembira dengan pembelian ini,” kata Firman dalam pernyataan yang dirilis rumah lelang.
Penjualan terbaru ini melampaui rekor memorabilia basket sebelumnya, yakni kartu koleksi Michael Jordan dan Kobe Bryant yang terjual US$12,9 juta pada 2025. Jersey Jordan dari gim ketiga Final NBA 1998 juga terjual sekitar US$12,3 juta pada September 2026.
Pecahkan Rekor! Jersey Last Dance Michael Jordan Terjual Rp220 Miliar
Presiden Hunt Auctions, David Hunt, menilai nilai koleksi Michael Jordan kini semakin tinggi di pasar internasional.
“Meskipun kepentingan Michael Jordan di pasar memorabilia olahraga telah lama diakui, kini nilainya telah melonjak ke dalam kelas aset elit yang biasanya hanya diperuntukkan bagi karya seni ikonik,” kata David Hunt dalam sebuah pernyataan resmi.
Meski menjadi memorabilia basket termahal, jersey Jordan belum memecahkan rekor barang olahraga termahal. Rekor tersebut masih dipegang jersey legenda bisbol Babe Ruth yang terkait dengan World Series 1932, terjual seharga US$24,12 juta pada 2024.
Popularitas Jordan kembali mendapat perhatian luas melalui dokumenter The Last Dance yang dirilis pada 2020. Serial tersebut mengangkat perjalanan Chicago Bulls pada musim 1997-1998, termasuk gelar terakhir Jordan bersama tim itu.
Harga fantastis jersey Jordan menunjukkan bahwa memorabilia olahraga bukan sekadar barang koleksi, tetapi juga aset bernilai tinggi. Nilai sejarah, kelangkaan, tanda tangan pemain, dan keterkaitan dengan momen juara menjadi faktor yang membuat kolektor bersedia membayar hingga ratusan miliar rupiah.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
