iMSPORT.TV – Piala Dunia 2026 telah berakhir setelah 104 pertandingan digelar selama 39 hari di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Amerika Serikat pun dinilai sukses menjadi tuan rumah, meski tetap menyisakan sejumlah catatan.
Dari sisi penonton, turnamen ini mencatat lebih dari 6,5 juta penonton di stadion, melampaui Piala Dunia 2022 di Qatar. Animo masyarakat Amerika terhadap sepak bola juga meningkat. Sekitar 44 persen warga AS disebut menyaksikan setidaknya satu pertandingan di televisi.
Popularitas sepak bola di Amerika juga terus berkembang melalui MLS, kehadiran pemain bintang, tur pramusim klub Eropa, hingga semakin mudahnya akses menonton liga-liga top dunia. Piala Dunia 2026 dinilai bisa menjadi akselerator pertumbuhan sepak bola di Negeri Paman Sam.
Piala Dunia 2026 di Amerika: Sukses Besar atau Masih Banyak Catatan?
Namun, ada sejumlah kekurangan. Harga tiket yang sangat mahal, akses stadion yang kurang ideal karena ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta meningkatnya komersialisasi menjadi keluhan sejumlah penggemar.
Kontroversi juga muncul setelah Donald Trump ikut menyoroti hukuman Folarin Balogun. Intervensi tersebut memicu perdebatan terkait independensi proses disipliner FIFA dan menciptakan kesan terlalu kuatnya campur tangan politik dalam turnamen.
Meski demikian, secara keseluruhan Piala Dunia 2026 tetap menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola Amerika Serikat.
Amerika terbukti mampu menggelar Piala Dunia dengan skala besar. Namun, jika kembali menjadi tuan rumah, persoalan harga tiket, akses stadion, komersialisasi, dan campur tangan politik harus menjadi evaluasi.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
