iMSPORT.TV – Perseteruan antara dua badan sepak bola terbesar dunia memanas. Uni Sepak Bola Eropa (UEFA), tengah bersiap mengajukan laporan pidana terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Swiss.
Langkah itu dilakukan untuk mendapatkan dokumen yang berkaitan dengan skema penjualan saham Piala Dunia.
Menurut laporan yang dimuat The Guardian pada Jumat 28 Agustus 2026 ini, UEFA juga mengajukan permohonan terpisah di Amerika Serikat, untuk mengakses sejumlah informasi dan dokumen.
Permohonan itu ditujukan antara lain kepada FIFA dan perusahaan investasi Thrive Capital, yang dipimpin Joshua Kushner. Thrive Capital sebelumnya disebut sebagai investor utama dalam skema yang digagas Infantino.
Dalam dokumen pengadilan yang diperoleh, UEFA menyatakan bahwa mereka dan pihak terkait sedang
“bersiap mengajukan tuntutan pidana di Swiss, terhadap Infantino dan kemungkinan pejabat serta penasihat FIFA lainnya“, berdasarkan Pasal 158 KUHP Swiss, tentang dugaan salah urus secara pidana.
Presiden FIFA Gianni Terancam Kasus Pidana
Meski proses pengumpulan dokumen dilakukan di Amerika Serikat, tuntutan pidana yang direncanakan UEFA akan diajukan di Swiss. Pasalnya, negara tersebut merupakan lokasi kantor pusat FIFA
Untuk memperoleh dokumen dari pihak yang berbasis di AS, UEFA menggunakan mekanisme hukum bernama Section 1782. Aturan itu memungkinkan pihak dalam proses hukum di luar negeri meminta pengungkapan informasi dari entitas di Amerika.
Salah satu sorotan utama dokumen tersebut adalah penilaian atau valuasi FIFA dalam rencana penjualan sebagian hak atas turnamennya. Skema Infantino disebut, akan menjual 20 persen bagian dari bisnis turnamen FIFA senilai 4,2 miliar dolar AS.
Angka itu mengimplikasikan valuasi total FIFA hanya sekitar 20 miliar dolar—yang dalam dokumen UEFA disebut “sangat rendah”.
UEFA mempertanyakan bagaimana angka itu ditentukan. Menurut mereka, valuasi tersebut bukan hasil lelang terbuka dan kompetitif, serta tidak pernah diuji oleh penilai independen.
Awal bulan ini, pengacara UEFA sudah mengirimkan permintaan resmi kepada Infantino dan FIFA untuk segera mengidentifikasi, mencari, dan mempertahankan seluruh dokumen serta informasi elektronik yang berkaitan dengan perkara ini.
Permintaan itu mencakup dokumen dalam kepemilikan, penguasaan, atau kendali Infantino maupun FIFA. Sebanyak 14 eksekutif juga disebut dalam permintaan itu. Mereka diminta secara khusus memastikan semua materi relevan tetap disimpan dan tidak dihapus.
Perkembangan ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik yang mengguncang dunia sepak bola global. Hingga laporan ini diturunkan, FIFA dan Thrive Capital belum memberikan tanggapan resmi atas langkah UEFA tersebut.
(adm/amr)
Berita Olahraga Lainnya :
