iMSPORT.TV – John Herdman telah resmi ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Indonesia. Dia akan dibantu pelatih fisik Cesar Meylan. Semoga sukses, Coach!
Seperti apa profil John Herdman?
Pada Sabtu, 10 Januari 2026, John Herdman resmi menginjakkan kaki di Indonesia, tepatnya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, dan telah resmi menjadi pelatih timnas Indonesia.
Herdman tak seorang diri, dia bersama istri, Clare Louise Herdman, dan dua anaknya: Jay Joshua dan Lily May.
PSSI menggambarkan penunjukkan pria Inggris itu sebagai langkah strategis yang menandai langkah baru sepakbola Indonesia. Dia disebut sebagai figur yang tepat untuk membawa Timnas Garuda untuk bersaing lebih kompetitif lagi, baik di level Asia maupun dunia.
Sebagai pelatih sepakbola, John punya rekam jejak yang mentereng. Sebelumnya, beberapa tim nasional yang pernah dia besut lolos ke Piala Dunia. Bahkan, Herdman satu-satunya pelatih yang mampu membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Itulah yang kemudian menjadi pertimbangan PSSI untuk menunjuknya.
John Herdman lahir di Consett, County Durham, Inggris, pada 19 Juli 1975. Dia bukan mantan pesepakbola profesional, karena sejak usia muda dia sudah meniti jalur kepelatihan.
Di usia belum genap 30 tahun, dia menukangi timnas Selandia Baru. Ketika itu dia dipercaya menangani tim usia muda sebelum naik menjadi pelatih tim nasional putri Selandia Baru periode 2006–2011.
Selama lebih dari lima tahun menangani timnas putri Selandia Baru, Herdman berhasil membawa tim tersebut lolos ke Piala Dunia Wanita FIFA 2007 dan 2011. Herdman John juga berhasil mengantar Selandia Baru tampil di Olimpiade Beijing 2008.
Prestasi John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia
Apa yang diraihnya mengantarkan Herdman menjadi pelatih Kanada. Pada 2011, dia ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas putri Kanada dan membawa tim tersebut meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016.
Pada 2018, giliran timnas Kanada putra yang dia poles. Keputusan itu berbuah manis saat dia berhasil mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Yang istimewa, itu adalah penampilan pertama Kanada setelah 36 tahun absen.
Di bawah kendali John Herdman, Kanada juga tampil lebih kompetitif di zona CONCACAF. Buktinya, peringkat FIFA Kanada naik signifikan. Torehan itu membuat nama Herdman sebagai pelatih papan atas di level internasional.
Setelah tim nasional, dia memutuskan melatih klub, Toronto FC, hingga 2024, dan sejak saat itulah dia berstatus tanpa klub dan sempat dikaitkan dengan beberapa tim nasional.

Yang tak banyak orang tahu, John Herdman adalah mantan guru olahraga sekolah dasar. Awalnya dia mengikuti pelatihan di kota Leeds kemudian kembali ke kota kelahirannya untuk menjadi guru di almamater sekolahnya.
Dia kemudian mendirikan akademi keterampilan sepakbola ala Brasil. Kemahirannya dalam meracik teknik inovatif membuat nama John Herdman menggema.
Herdman menemukan hasrat pertamanya melatih sepakbola adalah ketika mengajar Ilmu Olahraga di Northumbria University, Newcastle, pada tahun 1990-an.
Pada 2001 dia diminta Selandia Baru untuk menjadi bagian dari timnas negaranya. Awalnya sebagai Coach Education Manager dan kemudian menjadi Director of Football Development.
Dunia kepelatihan secara praksis tak menghalanginya untuk terus belajar ilmu keolahragaan. Pada 2023 lalu, John dianugerahi gelar Doktor Kehormatan di bidang Sains oleh Northumbria University Newcastle.
Di Indonesia nanti, Herdman akan dibantu oleh Cesar Meylan yang disebut sebagai sosok elite dalam bidang kepelatihan fisik dan sport performance.
Meylan yang akan membantu John Herdman sebagai Asisten Pelatih Fisik di Timnas Indonesia.

Kabar itu dibenarkan oleh Pak Sumardji, Ketua Badan Tim Nasional (BTN). Dia bilang bahwa penunjukan Cesar Meylan merupakan permintaan langsung dari John Herdman dan PSSI telah menyetujui permohonan tersebut.
“Kami menerima permintaan tersebut dari pelatih asal Inggris itu,” ungkapnya.
Nantinya, Cesar Meylan akan bertanggung jawab dalam hal kebugaran, kekuatan, dan daya tahan fisik pemain Timnas Indonesia.
Dia juga akan menjadi tangan kanan John Herdman, yang dikenal punya kemitraan strategis yang teruji selama lebih dari satu dekade di level tertinggi sepak bola internasional.
Meylan tentu bukan nama asing dalam dunia sport performance. Dia disebut sebagai aktor penting di balik kesuksesan tim-tim elite, termasuk Tim Nasional Kanada dan Toronto FC.
Dia juga dikenal sebagai sosok yang selalu menerapkan pendekatan berbasis sains modern, data, dan integrasi medis. Dengan status ilmuwan olahraga dan pelatih strength & conditioning berkelas Olimpiade.
Penyandang gelar Doktor (PhD) di bidang Strength & Conditioning dari AUT University, Selandia Baru ini adalah Director of Performance Toronto FC. Dia juga memegang peran strategis di Canada Soccer sebagai Director, Health & Athletic Performance dan Head of Athletic Performance.
Pengalamannya mencakup pengelolaan performa atlet dari level liga profesional hingga panggung terbesar dunia seperti Olimpiade dan Piala Dunia FIFA.
Bersama John Herdman, Meylan telah menghasilkan prestasi bersejarah, termasuk medali emas Olimpiade Tokyo 2021 bersama Tim Nasional Wanita Kanada, dua medali perunggu Olimpiade sebelumnya, serta membawa Tim Nasional Pria Kanada lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 setelah penantian panjang selama puluhan tahun.
Terkait dengan metode kepelatihan Herdman, Cesar Meylan berperan penting menyelaraskan identitas taktik dengan kesiapan fisik pemain, memastikan setiap strategi dapat dieksekusi secara maksimal di lapangan.
Dia juga mampu membangun lingkungan high performance yang menekankan disiplin, inklusivitas, dan peningkatan berkelanjutan.
Keberadaan Cesar Meylan sebagai pelatih performa fisik Timnas Indonesia, menjadi bentuk keseriusan PSSI membangun Tim Nasional yang lebih kuat secara fisik, tahan menghadapi intensitas tinggi, dan siap bersaing di level internasional.
Kita lihat saja nanti, bagaimana John Herdman, juga Cesar Meylan, membangun dan membawa timnas Indonesia ke depannya. Semoga lancar jaya dan tidak ada yang mengisruh kerja keduanya.
(adm/amr)
