iMSPORT.TV – Manchester United resmi memecat Ruben Amorim dari posisi manajer setelah 14 bulan menangani tim. Keputusan ini diambil menyusul konflik internal antara Amorim dan manajemen klub terkait kebijakan transfer pemain.
Ketegangan memuncak usai hasil imbang melawan Leeds. Amorim meluapkan kekecewaannya kepada tim rekrutan karena merasa tidak mendapat dukungan di bursa transfer Januari. Padahal sebelumnya ia sempat yakin manajemen akan mendukung perombakan skuad.
Hubungan Amorim dengan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox, juga dikabarkan memburuk. Amorim menegaskan dirinya datang sebagai manajer penuh, bukan sekadar pelatih, dan menolak mundur meski situasi semakin sulit.
Kejadian tersebut membuat klub Inggris tersebut mengambil keputusan demi peluang terbaik untuk bisa finis setinggi mungkin di Premier League.
Manchester United akhirnya mengumumkan pemecatan Amorim secara resmi pada Senin, 5 Januari 2025. Dalam pernyataannya, MU menyebut keputusan ini diambil demi peluang terbaik tim untuk finis setinggi mungkin yang saat ini berada di peringkat keenam klasemen. Klub pun menyampaikan terima kasih atas kontribusi Amorim dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan.
“Dengan Manchester United berada di peringkat keenam Premier League, pimpinan klub dengan berat hati memutuskan bahwa ini waktu yang tepat untuk melakukan perubahan. Langkah ini akan memberikan tim peluang terbaik untuk finis setinggi mungkin di liga. Klub mengucapkan terima kasih kepada Ruben atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” demikian pernyataan resmi Manchester United.

Resmi! Manchester United Pecat Ruben Amorim
Laman The Guardian menyebut, Amorim menerima informasi kebijakan transfer Januari melalui Wilcox, yang berada di bawah CEO Omar Berrada. Klub menolak rekrutan yang diinginkan Amorim karena dinilai hanya cocok untuk formasi 3-4-3 miliknya dan berisiko tidak sesuai untuk pelatih berikutnya. Kepercayaan manajemen terhadap Amorim sebagai solusi jangka panjang disebut turut menurun.
Amorim sebelumnya juga menyampaikan kritik bahwa pandangan para komentator mulai lebih diperhatikan dibanding pendapatnya sendiri.
“Jika orang-orang tidak bisa menghadapi kritik dari Gary Neville dan yang lainnya, maka klub ini perlu diubah,” katanya.
Pihak Manchester United membantah tudingan kurang mendukung Ruben Amorim. Klub menegaskan pemecatan dilakukan karena minimnya kemajuan dan perkembangan permainan tim. MU juga menyoroti total belanja sekitar £250 juta sejak Amorim ditunjuk, menjadikan mereka salah satu klub dengan pengeluaran terbesar di Premier League dalam periode tersebut.
Amorim sendiri disebut ikut mendukung strategi transfer musim panas yang memprioritaskan perekrutan tiga penyerang, ketimbang menambah gelandang. Namun belanja besar itu belum berdampak signifikan pada performa tim.
Amorim resmi menangani MU sejak 1 November 2024 dengan kontrak hingga Juni 2027. Pada musim sebelumnya, ia membawa Setan Merah finis di posisi ke-15 dengan 42 poin, rekor terburuk klub di era Premier League, serta kalah di final Liga Europa.
Belanja bersih sekitar £165 juta, termasuk merekrut Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha, belum mampu membuat MU tampil konsisten. Musim ini berjalan naik-turun, termasuk tersingkir dari Carabao Cup oleh klub divisi empat, Grimsby.
Meski sempat menunjukkan perbaikan, MU kini hanya berada di peringkat keenam klasemen, unggul empat poin dari Crystal Palace di posisi ke-14. Dari 46 laga liga, Amorim hanya mencatatkan 15 kemenangan.
Padahal pada Oktober lalu, co-owner Sir Jim Ratcliffe sempat menyatakan Amorim baru layak dievaluasi setelah tiga tahun. Kini, MU kembali mencari manajer tetap ketujuh sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Untuk laga terdekat melawan Burnley, Darren Fletcher dikabarkan akan bertindak sebagai pelatih sementara.
(amr/adm)
Berita Menarik Lainnya :
