iMSPORT.TV – Kericuhan kembali mencoreng kompetisi Liga 1 Indonesia setelah laga sengit antara Malut United dan PSM Makassar yang berakhir imbang 3-3 pada Sabtu (7/3). Insiden terjadi setelah pertandingan usai di Stadion Kie Raha, ketika wasit Thoriq Alkatiri dilaporkan menjadi korban pemukulan.
Tak hanya itu, seorang ofisial Malut United juga diduga melakukan intimidasi terhadap jurnalis dengan memaksa menghapus video yang merekam kejadian tersebut. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan tindakan tersebut dan menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak pantas terjadi di level tertinggi sepak bola nasional. Menurutnya, kekerasan terhadap wasit maupun intimidasi terhadap media mencoreng citra kompetisi.
PSSI menilai insiden tersebut tak patut ada di level utama sepak bola Indonesia.
“PSSI sangat menyayangkan kejadian tersebut, dan tentu ini menjadi catatan penting bagi kami. Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi di I League [Super League]. Klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, via rekaman suara.
“Penting bagi kami, baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media dan lain-lain. Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub, apalagi di sana ada official yang ditengarai. Kita berharap apa pun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan,” ujarnya melanjutkan.
Ricuh hingga Wasit Dipukul, PSSI Serahkan ke Komdis
PSSI pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada Komite Disiplin PSSI menindaklanjuti kejadian di Stadion Kie Raha tersebut.
“Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang. Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan. Dan PSSI menyerahkan semuanya. Menyerahkan semuanya kepada komdis [Komite Disiplin], apapun keputusannya, semua pihak harus menerimanya,” ucap Yunus menegaskan.
Yunus juga berharap semua klub Super League bisa menyampaikan pesan kepada anggota klub dan suporter agar tidak bertindak di luar batas.
“Sekali lagi kami berharap, hal-hal seperti ini jangan lagi terjadi karena ini juga tidak baik bagi atmosfer sepak bola Indonesia, kompetisi I-League kita dan kita jaga bersama-sama.”
“Agar tindakan-tindakan seperti ini, manajemen harus tegas menyampaikan kepada pelatih, asisten official, pemain apalagi kepada suporternya untuk selalu bijak menghadapi hal-hal atau situasi seperti ini,” tukas Yunus.
Sementara itu, PSSI Pers mengutuk keras tindakan intimidasi terhadap wartawan yang bertugas dalam pertandingan Malut United vs PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, pada Sabtu lalu.
“PSSI Pers menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena itu, segala bentuk intimidasi, ancaman, atau upaya menghalangi tugas wartawan merupakan tindak pidana yang dapat dijerat hukum“
(amr/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
