Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rod Laver: Legenda “The Rocket” dan Rekor yang Belum Terpecahkan

iMSPORT.TV – Dalam dunia tenis modern, kita sering mendengar nama-nama besar seperti Novak Djokovic, Rafael Nadal, atau Roger Federer. Namun, jauh sebelum era keemasan mereka, dunia telah memiliki satu sosok yang menjadi tolok ukur kesempurnaan di atas lapangan: Rodney George Laver, atau yang lebih dikenal sebagai Rod Laver.

Lahir di Australia pada tahun 1938, pria yang dijuluki “The Rocket” ini bukan sekadar juara; ia adalah simbol dominasi yang hingga kini rekornya masih mustahil untuk disamai oleh pemain manapun.

Satu-satunya Pemilik Dua “Calendar Grand Slam”

Prestasi paling monumental dari Rod Laver adalah keberhasilannya meraih Calendar Grand Slam. Ini adalah kondisi di mana seorang pemain memenangkan empat turnamen utama (Australia Terbuka, Roland-Garros, Wimbledon, dan AS Terbuka) dalam satu tahun kalender yang sama.

Rod Lover – Dok : blog size co uk

Laver melakukannya tidak hanya sekali, melainkan dua kali:

  1. Tahun 1962: Diraih saat ia masih berstatus pemain amatir.
  2. Tahun 1969: Diraih pada era profesional (Open Era).

Hingga saat ini, di kategori tunggal putra, belum ada satu pun pemain, termasuk “Big Three” era modern, yang mampu mengulang pencapaian memenangkan keempat gelar dalam satu tahun kalender sejak terakhir kali Laver melakukannya lebih dari 50 tahun lalu.

Rod Laver: Legenda “The Rocket” dan Rekor yang Belum Terpecahkan

Masa “Pengasingan” dan Dominasi yang Hilang

Satu hal yang membuat sejarah Rod Laver semakin luar biasa adalah fakta bahwa ia sempat kehilangan masa keemasannya. Pada tahun 1963 hingga 1967, Laver dilarang tampil di turnamen Grand Slam karena ia memilih untuk menjadi pemain profesional (pada masa itu, Grand Slam hanya untuk pemain amatir).

Meskipun “diasingkan” selama 5 tahun (usia 24-29 tahun), Laver tetap mendominasi sirkuit profesional. Para pakar tenis meyakini, jika saja ia tidak dilarang tampil, koleksi 11 gelar Grand Slam miliknya bisa dengan mudah melampaui angka 20, mengingat performanya yang tak terbendung saat itu.

Statistik yang Melampaui Zaman

Secara keseluruhan, Rod Laver mencatatkan angka-angka yang mencengangkan dalam buku sejarah:

  • 198 Gelar Juara: Jumlah total gelar terbanyak dalam sejarah tenis pria (gabungan amatir dan profesional).
  • Peringkat 1 Dunia: Mempertahankan takhta sebagai pemain terbaik dunia selama 7 tahun berturut-turut (1964–1970).
  • Inovator Teknik: Meskipun bertubuh mungil (173 cm), ia adalah pelopor permainan dengan topspin tinggi yang kini menjadi standar tenis modern.

Warisan yang Abadi

Nama Rod Laver kini diabadikan sebagai nama stadion utama di Melbourne Park, Rod Laver Arena, tempat final Australia Terbuka digelar setiap tahunnya. Selain itu, namanya juga digunakan untuk turnamen beregu pria bergengsi, Laver Cup.

Rod Laver adalah bukti bahwa ukuran tubuh bukanlah penghalang untuk mendominasi dunia. Kecepatan, kekuatan tangan kiri yang legendaris, dan sportivitasnya menjadikan ia lebih dari sekadar atlet, ia adalah fondasi dari tenis profesional yang kita kenal sekarang.

(rby/amr)

Berita Olahraga Lainnya :