iMSPORT.TV – Langkah petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, masih belum terbendung di turnamen Grand Slam Prancis Terbuka. Petenis asal Belarus ini sukses mengamankan tiket perempat final usai mengatasi perlawanan sengit sesama pemilik 4 gelar Grand Slam, Naomi Osaka, di babak 16 besar.
Bertanding di Lapangan Philippe Chatrier, Sabalenka tampil dominan dalam laga yang menandai kembalinya sektor putri ke slot pertandingan sesi malam utama dalam tiga tahun terakhir. Ia menutup pertandingan dengan kemenangan dua set langsung, 7-5 dan 6-3.
“Saya tidak menyangka akan melakukan servis sebagus itu. Saya merasa penampilan saya semakin membaik di setiap pertandingan dan secara keseluruhan saya sangat senang dengan cara saya bermain hari ini,” ujar Sabalenka sebagaimana dikutip dari AFP.
“Semua orang yang saya lawan di turnamen ini melakukan pukulan drop shot. Jelas, dia yang paling keras pukulannya,” kata Sabalenka seusai pertandingan.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Naomi Osaka di Paris. Bagi Sabalenka, laga ini memiliki makna simbolis bagi tenis putri.
Sebagai satu-satunya petenis yang tersisa dalam undian yang telah bertanding setidaknya satu final Grand Slam, Sabalenka akan memiliki keunggulan dalam hal pengalaman pada babak selanjutnya.
Di babak perempat final, Sabalenka akan ditantang wakil Rusia, Diana Shnaider, yang melaju usai menyingkirkan mantan juara Australia Terbuka, unggulan ke-19, Madison Keys.
Roland Garros 2026: Sabalenka melaju ke perempat final
Sementara itu, kejutan terjadi saat unggulan ke-28, Anastasia Potapova, harus angkat koper setelah kalah dramatis dari Anna Kalinskaya. Kalinskaya selanjutnya akan menghadapi petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, yang menjadi “pembunuh raksasa” setelah menghentikan wakil tuan rumah terakhir, Diane Parry.
Sebagai salah satu dari dua pemain yang tersisa di lapangan yang belum kalah satu set pun, Sabalenka tidak pernah mengendurkan permainannya dalam pertandingan. Setelah hampir meraih gelar French Open pertamanya 12 bulan lalu, Sabalenka sepenuhnya fokus untuk menyelesaikan tugasnya tahun ini.
Di sektor tunggal putra, petenis Italia Matteo Berrettini mencatatkan sejarah pribadi dengan menembus perempat final Grand Slam pertamanya dalam empat tahun terakhir. Berrettini, yang kini ada di peringkat 105 dunia, setelah berjuang melawan cedera panjang, mengalahkan Juan Manuel Cerundolo lewat pertarungan tiga set yang ketat.
“Ini (tenis) adalah cinta dalam hidup saya. Jika tidak, saya tidak akan terus kembali setelah semua rintangan dan cedera,” ungkap mantan runner-up Wimbledon tersebut.
Dominasi Italia di Roland Garros tahun ini sangat terasa. Berrettini akan menghadapi rekan senegaranya, Matteo Arnaldi, di babak delapan besar. Arnaldi menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan Frances Tiafoe dalam laga maraton selama 5 jam 26 menit yang berakhir dini hari waktu setempat.
Melengkapi kesuksesan tim “Azzurri”, Flavio Cobolli juga memastikan tempat di perempat final setelah menang atas Zachary Svajda. Cobolli kini bersiap menghadapi unggulan keempat asal Kanada, Felix Auger-Aliassime, yang melenggang mulus usai mengalahkan Alejandro Tabilo.
Dengan tersingkirnya nama-nama besar seperti Jannik Sinner dan Novak Djokovic lebih awal, bagan undian putra kini terbuka lebar bagi para petenis yang tersisa untuk memperebutkan gelar juara di lapangan tanah liat Paris tahun ini.
Jadwal Perempat Final Mendatang
• Tunggal Putri: Aryna Sabalenka vs Diana Shnaider
• Tunggal Putri: Anna Kalinskaya vs Maja Chwalinska
• Tunggal Putra: Matteo Berrettini vs Matteo Arnaldi
• Tunggal Putra: Flavio Cobolli vs Felix Auger-Aliassime (Semifinal)
Pertarungan di babak perempat final diprediksi akan semakin memanas, mengingat status Sabalenka sebagai satu-satunya pemegang gelar Grand Slam yang masih bertahan di turnamen ini.
Di sisi lain, kebangkitan para petenis Italia dan performa konsisten Auger-Aliassime menjadi ancaman serius dalam perebutan trofi utama Roland Garros musim ini.
(adm/adm)
Berita Olahraga Lainnya :
