iMSPORT.TV – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia memutuskan untuk tidak mengirimkan Tim Bulutangkis Indonesia ke dua turnamen internasional yang dijadwalkan berlangsung di Kuba dan Brasil. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor penting, terutama terkait keamanan dan kendala transportasi udara.
Turnamen Brazil International Challenge rencananya digelar pada 24–29 Maret 2026, sementara Cuba International Series 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret hingga 5 April 2026. Namun, PBSI menilai kondisi keamanan di Kuba saat ini kurang kondusif. Selain itu, ketidakpastian penerbangan melalui kawasan Timur Tengah juga menjadi pertimbangan utama.
“PBSI memutuskan untuk tidak memberangkatkan atlet ke rangkaian turnamen di Kuba dan Brasil setelah mempertimbangkan sejumlah faktor penting, termasuk kondisi keamanan di Kuba yang saat ini dinilai kurang kondusif serta belum adanya kepastian beberapa opsi penerbangan transit melalui kawasan Timur Tengah,” bunyi pernyataan PBSI.
“Keputusan ini diambil agar program pertandingan atlet tetap berjalan efektif dan mendukung persiapan serta performa mereka pada agenda kompetisi selanjutnya.“
Tim Bulutangkis Indonesia Batal Tampil di Turnamen Kuba dan Brasil
Situasi geopolitik di Timur Tengah memang sedang memanas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berdampak pada sektor transportasi udara. Sejumlah bandara di kawasan tersebut sempat ditutup sementara dan beberapa penerbangan dibatalkan, sehingga perjalanan internasional menjadi tidak menentu.
Dampak konflik ini bahkan sudah dirasakan oleh pelatih bulutangkis Indonesia, Irwansyah, yang kini melatih di India. Ia sempat terjebak di Dubai dan akhirnya batal melanjutkan perjalanan ke Inggris untuk menghadiri turnamen bergengsi All England 2026.
Meski keputusan ini membuat atlet Indonesia kehilangan kesempatan bertanding dan menambah pengalaman di turnamen internasional, langkah PBSI dapat dianggap sebagai upaya untuk menjaga keselamatan atlet sekaligus memastikan program persiapan mereka tetap berjalan efektif. Dengan demikian, para pemain diharapkan dapat fokus mempersiapkan diri menghadapi agenda kompetisi berikutnya dengan kondisi yang lebih aman dan optimal.
